Hujan deras mengguyur beberapa wilayah Indonesia, tak terkecuali Jakarta. Akibatnya, banjir pun melanda. Fenomena alam ini rupanya mendapat perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto, meski beliau sedang berada jauh di Eropa.
Mensesneg Prasetyo Hadi membenarkan hal itu saat berbincang dengan para wartawan, Kamis (22/1).
"Berkenaan dengan pertanyaan apakah Bapak Presiden memonitor, perlu kami sampaikan bahwa dalam dua hari ini beliau terus memonitor dan berkomunikasi dengan kami, jajaran di Tanah Air," ujar Prasetyo.
Padahal, seperti diketahui, Prabowo tengah menjalani kunjungan kerja ke Inggris dan Swiss. Namun begitu, dari jarak ribuan kilometer, dia tetap memberi instruksi langsung kepada stafnya di dalam negeri. Salah satu poin pentingnya adalah memperkuat upaya modifikasi cuaca.
"Kami telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kemudian dengan BNPB, kemudian juga dengan BMKG," jelas Prasetyo.
Koordinasi itu, lanjutnya, bertujuan untuk menambah intensitas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jabodetabek. Harapannya jelas: meredam tingginya curah hujan yang membanjiri ibu kota.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Menurut data BMKG, puncak musim hujan diprediksi bakal berlangsung hingga akhir Januari nanti. Artinya, ancaman banjir masih mengintai.
Artikel Terkait
Bima Arya Soroti Biaya Rekayasa Cuaca, Anggap Sistem Pompa Surabaya Lebih Realistis
Konvoi Bantuan DDII Bergerak Lagi, Sasar Korban Bencana Sumatra Jelang Ramadan
Karangan Bunga Penuh Makna di Kantor Gubernur Lampung Usai Pencabutan HGU Rp14,5 Triliun
Mahasiswa Undip Hadapi Sidang Perdana Kasus Deepfake Siswi SMA