Makassar digegerkan oleh video viral. Seorang juru parkir di Jalan Laiya, Bontoala, terlihat meminta Rp10 ribu dari pengendara. Tentu saja, aksi ini langsung memantik protes warga. Kok bisa semahal itu?
Kejadian ini pun menimbulkan tanda tanya besar. Apakah tarif parkir liar memang sedang naik, terutama di bulan Ramadan seperti sekarang?
Menanggapi hal itu, Humas PD Parkir Makassar Raya, Asrul Baharuddin, langsung angkat bicara. Ia menegaskan, tarif resmi di jalan umum tidak berubah. Masih Rp2 ribu untuk motor dan Rp3 ribu untuk mobil.
"Tidak ada pemberlakuan tarif khusus selama Ramadan maupun menjelang lebaran," tegas Asrul. Titik.
Ada Jalan dengan Tarif Khusus, Tapi...
Namun begitu, Asrul kemudian menjelaskan soal pengecualian. Memang ada beberapa ruas jalan yang punya tarif lebih tinggi, sesuai aturan. Di sana, tarifnya Rp3 ribu untuk motor dan Rp5 ribu untuk mobil.
Jalan mana saja? Cakupannya antara lain Boulevard, Pengayoman, hingga Hertasning. Lalu ada R.A. Kartini, Somba Opu, dan Penghibur. Kawasan Pasar Ikan, sepanjang Perintis Kemerdekaan, dan area pasar umumnya juga masuk kategori ini.
"Khusus untuk jalan tersebut berlaku Rp3 ribu motor dan mobil Rp5 ribu," jelas Asrul.
"Di luar ruas jalan yang kami sebutkan tadi, itu masih berlaku tarif parkir umum."
Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada. Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan momen Ramadan untuk main ambil untung sendiri.
Caranya? Selalu minta karcis resmi dan cek apakah si juru parkir memakai ID card. Itu langkah sederhana yang bisa bikin kita terhindar dari tipu daya.
"Harapan kami masyarakat juga lebih bijak sedikit," ujar Asrul.
"Untuk bisa meminta karcis kepada juru parkir guna memastikan berapa nilai nominal yang Bapak/Ibu wajib bayarkan."
Langsung Laporkan Jika Ketemu Oknum Nakal
Lalu, kalau sudah terlanjur ketemu dengan jukir tidak resmi atau dapat perlakukan yang nggak nyaman? Jangan diam saja.
Asrul meminta masyarakat segera melapor ke call center PD Parkir di 0811-4266-8899. Tapi, agar laporannya efektif, ada baiknya dilengkapi dengan bukti.
"Tolong infokan ke kami melalui call center," pintanya.
"Tapi kami menyarankan bahwa laporan itu sebaiknya dilengkapi bukti dokumentasi dan diperjelas titik kejadiannya di mana. Supaya tim bisa langsung turun dan ambil tindakan di lapangan."
Jadi, intinya sih tetap satu: waspada dan jangan ragu bersuara kalau ada yang nggak beres. Dengan begitu, oknum-oknum serakah itu nggak bisa leluasa beraksi.
Artikel Terkait
Stok Beras Pemerintah Tembus 5 Juta Ton, BULOG Catat Rekor Sejarah Pasokan Dalam Negeri
Napi Pembunuh Siswa SMK 4 Semarang Positif Narkoba, Dipindahkan ke Nusakambangan
PERHEPI Sulsel Apresiasi Capaian Kementan: Cadangan Beras Pemerintah Tembus 5 Juta Ton
Pemerintah Realokasi 58% Dana Desa untuk Koperasi, Proyek Infrastruktur di Sejumlah Desa Tertunda