Di sisi lain, ada rasa heran yang lain. Dulu, IHSG sering jadi bahan hinaan. Sekarang, mungkin angka 9200 akan dijadikan bukti keberhasilan. Lucu, bukan? Tapi ya, politik memang kerap berbalut paradoks.
Menurut saya, baru layak ada sedikit kebanggaan kalau pertumbuhan ekonomi kita bisa menyentuh 6%. Itu pun sebenarnya standar biasa di era 2004-2014. Jadi, jangan terlalu cepat berpuas diri.
Yang jelas, memberi nama teori ekonomi dengan nama sendiri di panggung sebesar WEF itu... ya, terdengar sangat narsis. Tapi, mari kita tunggu saja isi pidatonya. Akan seperti apa Prabowonomics itu dijelaskan di hadapan para pemimpin dunia.
(Tere Liye)
Artikel Terkait
Gelombang 2,5 Meter Paksa Layanan Kapal ke Kepulauan Seribu Dihentikan
Kisah Pemaafan Jokowi yang Akhiri Penyidikan Tudingan Ijazah Palsu
Jakarta Masih Siaga, Hujan Ekstrem Diprediksi Berlanjut Besok
Anwar Usman Buka Suara Soal Polemik Raja Bolos di MK