Presiden Senegal Gempur Bonus Rp2,1 Miliar dan Tanah Pesisir untuk Sang Juara Afrika

- Kamis, 22 Januari 2026 | 14:00 WIB
Presiden Senegal Gempur Bonus Rp2,1 Miliar dan Tanah Pesisir untuk Sang Juara Afrika

DAKAR Ribuan orang memadati jalan-jalan Dakar, Selasa malam. Sorak-sorai tak henti menyambut bus yang membawa para pahlawan. Di atas kendaraan itu, tulisan "Juara Afrika" terpampang jelas, mengiringi perjalanan mereka menuju istana. Di sana, Presiden Bassirou Diomaye Faye punya kejutan besar.

Ia berjanji memberikan bonus fantastis untuk setiap anggota tim nasional sepak bola Senegal. Atas kemenangan dramatis di final Piala Afrika melawan Maroko, masing-masing dari 28 pemain akan menerima lebih dari $130.000 atau sekitar Rp2,1 miliar. Tak cuma uang tunai, mereka juga dijanjikan sebidang tanah pesisir seluas 1.500 meter persegi.

Kalau dihitung total, bonus itu mencapai $3,7 juta. Janji itu disampaikan Faye di tengah euforia yang meledak-ledak. Menurut sejumlah saksi, suasana di ibu kota saat itu benar-benar luar biasa.

Perjalanan menuju gelar juara itu sendiri penuh ketegangan. Final melawan tuan rumah Maroko berlangsung sengit. Skor 0-0 bertahan hingga menit akhir babak kedua, sebelum drama pecah. Wasit memberi penalti untuk Maroko di masa injury time. Tapi, dalam momen yang bikin deg-degan, eksekusinya gagal!

Empat menit masuk perpanjangan waktu, giliran Senegal yang menebus. Pape Gueye melepaskan tendangan spektakuler. Gol! Itulah yang akhirnya memastikan trofi milik Singa Teranga.

Namun begitu, janji bonus presiden ini muncul di saat yang cukup pelik. Senegal sendiri sedang bergulat dengan beban utang yang berat. Laporan IMF menyebutkan rasio utang negara ini mencapai 132% dari PDB di akhir 2024. Pemerintahan sekarang juga mengungkap ada utang miliaran dolar yang tak dilaporkan oleh rezim sebelumnya.

Ini adalah gelar Piala Afrika kedua bagi Senegal. Mereka pertama kali juara pada 2021, mengalahkan Mesir di final. Kemenangan kali ini terasa lebih istimewa karena diraih di tanah lawan, menghentikan ambisi Maroko yang jadi tuan rumah.

Patrice Motsepe, presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika, sebelumnya sudah mengumumkan hadiah uang untuk pemenang. Pemenang edisi ke-35 di Maroko itu berhak atas 10 juta dolar AS. Tapi, janji tambahan dari Presiden Faye jelas menjadi cerita lain yang bikin heboh.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar