Kesepakatan yang dimulai pada Minggu lalu itu sebenarnya cukup monumental. Intinya, ada gencatan senjata dan proses integrasi administrasi wilayah Kurdi ke dalam negara. Presiden Ahmed al-Sharaa dan pimpinan SDF Mazloum Abdi juga sepakat soal satu hal krusial: pemerintah akan mengambil alih tanggung jawab atas para tahanan ISIS yang selama ini ditahan oleh SDF.
Implementasinya terlihat pada Rabu kemarin. Seorang jurnalis AFP di lokasi melaporkan, tentara Suriah mulai memasuki kamp al-Hol yang luas itu setelah pasukan Kurdi mundur. Kamp tersebut dikenal sebagai tempat penampungan ribuan kerabat terduga ekstremis ISIS.
Di sisi lain, situasi keamanan di timur laut Suriah memang rumit. Ribuan tahanan yang diduga anggota ISIS, termasuk banyak warga negara Barat, masih mendekam di tujuh penjara yang dikelola Kurdi. Sementara itu, puluhan ribu anggota keluarga mereka hidup dalam kondisi memprihatinkan di kamp-kamp seperti al-Hol dan Roj. Peralihan tanggung jawab ini diharapkan bisa meredakan ketegangan, meski jalan menuju perdamaian tetap terjal.
Artikel Terkait
Kunpeng Membelah Langit: 56 Jam yang Menggetarkan Peta Kekuatan Global
Guru dan Risalah Kenabian: Menjaga Nyala Peradaban dari Ruang Kelas
Target 2028: Menanti Tower Pertama Kampung Haji Siap Layani Jemaah
Trump Batalkan Tarif 10% untuk Sekutu Eropa Usai Kesepakatan dengan NATO Soal Greenland