Ledakan keras mengguncang sebuah pabrik di Provinsi Hasaka, Suriah. Menurut keterangan resmi dari Kementerian Pertahanan, serangan drone itu menewaskan tujuh tentara mereka di dalamnya. Pemerintah Suriah langsung menuding kelompok Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didominasi Kurdi sebagai pelakunya. Tudingan itu sekaligus disebut sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata yang baru saja disepakati.
“Ini adalah eskalasi berbahaya dan pelanggaran yang jelas,” begitu kutipan pernyataan militer Suriah, yang menyebut pabrik tersebut sebagai tempat penyimpanan senjata.
Namun begitu, pihak SDF membantah keras tuduhan itu. Mereka justru balik menuduh pasukan pemerintah yang telah melakukan serangkaian serangan sejak gencatan senjata berlaku. Lewat sebuah pernyataan, kelompok Kurdi itu menegaskan komitmen mereka terhadap kesepakatan damai. Jadi, saling tuduh pun terjadi.
Artikel Terkait
Analisis Telematika: Operasi Gabungan CIA-Mossad di Balik Wafatnya Pemimpin Spiritual Iran
Harga Emas Perhiasan Stabil di Pasar Domestik, Puncak Rp2,6 Juta per Gram
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sebagian Besar Sulsel Sepanjang Minggu
Bahlil Lahadalia Sindir Penambahan Kursi Saat Nuzulul Quran, MUI: Jangan Bikin Candaan Agama