Ledakan keras mengguncang sebuah pabrik di Provinsi Hasaka, Suriah. Menurut keterangan resmi dari Kementerian Pertahanan, serangan drone itu menewaskan tujuh tentara mereka di dalamnya. Pemerintah Suriah langsung menuding kelompok Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didominasi Kurdi sebagai pelakunya. Tudingan itu sekaligus disebut sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata yang baru saja disepakati.
“Ini adalah eskalasi berbahaya dan pelanggaran yang jelas,” begitu kutipan pernyataan militer Suriah, yang menyebut pabrik tersebut sebagai tempat penyimpanan senjata.
Namun begitu, pihak SDF membantah keras tuduhan itu. Mereka justru balik menuduh pasukan pemerintah yang telah melakukan serangkaian serangan sejak gencatan senjata berlaku. Lewat sebuah pernyataan, kelompok Kurdi itu menegaskan komitmen mereka terhadap kesepakatan damai. Jadi, saling tuduh pun terjadi.
Artikel Terkait
Kunpeng Membelah Langit: 56 Jam yang Menggetarkan Peta Kekuatan Global
Guru dan Risalah Kenabian: Menjaga Nyala Peradaban dari Ruang Kelas
Target 2028: Menanti Tower Pertama Kampung Haji Siap Layani Jemaah
Trump Batalkan Tarif 10% untuk Sekutu Eropa Usai Kesepakatan dengan NATO Soal Greenland