Integritas di Tengah Gejolak: Pesan Natal OJK untuk Pasar Modal 2025

- Minggu, 14 Desember 2025 | 06:25 WIB
Integritas di Tengah Gejolak: Pesan Natal OJK untuk Pasar Modal 2025

Di gedung Bursa Efek Indonesia, Sabtu (13/12/2025) lalu, suasana perayaan Natal Bersama Pasar Modal 2025 ternyata tak cuma soal sukacita. Ada pesan serius yang mengemuka, terutama soal integritas dan etika. Dalam dinamika ekonomi global yang serba tak pasti saat ini, nilai-nilai moral itu disebut-sebut jadi penopang utama stabilitas pasar.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, bicara blak-blakan. Menurutnya, stabilitas pasar modal enggak cuma bergantung pada angka-angka atau kebijakan semata.

"Pasar modal yang sehat dibangun di atas tata kelola yang baik dan integritas. Nilai-nilai Natal menjadi pengingat penting bagi insan pasar modal untuk menjaga etika, transparansi, dan tanggung jawab,"

Ucap Inarno di hadapan para pelaku industri. Poinnya jelas: fondasi moral sama pentingnya dengan fondasi ekonomi.

Memang, tahun 2025 ini bukan tahun yang mudah. Tekanan dari luar datang bertubi-tubi, mulai dari konflik geopolitik sampai perubahan kebijakan ekonomi negara-negara besar. Semua itu, kata Inarno, menuntut disiplin ekstra dari pelaku pasar dalam hal tata kelola dan manajemen risiko. Tapi di balik tekanan itu, ada cerita yang cukup menggembirakan.

Pasar modal kita ternyata masih bisa mencatatkan kinerja positif. Inarno melihat ini sebagai buah dari penerapan good governance yang kian menguat. "Ketahanan pasar tidak lepas dari kepatuhan terhadap regulasi serta komitmen bersama untuk menjaga integritas pasar," tegasnya.

Nah, nilai-nilai Natal seperti kepedulian dan keberlanjutan itu rupanya selaras dengan agenda jangka panjang OJK. Lembaga ini terus mendorong penguatan pasar modal berkelanjutan, termasuk lewat pengembangan produk keuangan yang bertanggung jawab.

Di penghujung sambutannya, Inarno berharap semangat Natal bisa jadi inspirasi abadi. Harapannya, integritas dan etika tetap dijaga agar pasar modal nasional bisa tumbuh dengan sehat, kredibel, dan tentu saja, berkelanjutan ke depannya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar