Pemerintah Pastikan Bursa Tetap Stabil Meski Ada Rotasi Pucuk Pimpinan

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 21:42 WIB
Pemerintah Pastikan Bursa Tetap Stabil Meski Ada Rotasi Pucuk Pimpinan

Transisi kepemimpinan di Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia belakangan ini ramai jadi perbincangan. Tapi jangan khawatir, pemerintah bilang pasar modal kita tetap aman. Stabilitas dan keberlanjutannya dijaga betul, meski ada pergantian di pucuk pimpinan.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Presiden Prabowo Subianto sendiri yang menekankan soal ini. Perhatiannya serius banget untuk memastikan pengawasan dan aktivitas perdagangan saham berjalan mulus, tanpa jeda.

"Stabilitas dan keberlanjutan Bapak Presiden telah menginstruksikan Kementerian Keuangan serta jajaran pengurus OJK dan Bursa Efek Indonesia untuk memastikan bahwa kegiatan operasional bursa tetap berjalan dengan normal dengan kepemimpinan transisi," ujar Airlangga.

Pernyataan itu dia sampaikan di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu lalu. Intinya, pemerintah enggak mau ada kekosongan kepemimpinan, titik. Baik di lembaga pengawas maupun di pasar modal itu sendiri.

Untuk mengisi masa transisi, bakal ditunjuk Pejabat sementara atau Pjs untuk Direktur Utama BEI. Semuanya tentu mengikuti aturan yang berlaku.

"Kemudian tidak ada kekosongan kepemimpinan atau dalam pengawasan keuangan ataupun pasar modal. Pejabat pelaksana tugas atau Pjs itu akan memastikan seluruh fungsi regulasi," tegasnya lagi.

Jadi, aktivitas harian di bursa? Tetap jalan. Pengawasan OJK? Juga berlanjut. Airlangga memastikan semuanya berfungsi seperti biasa, tanpa ada gangguan yang perlu dikhawatirkan investor.

"Aktivitas perdagangan dan tugas pengawasan berjalan tanpa gangguan. Institusi kita kuat karena sistem dikelola sesuai dengan standar good governance dan best practices," lanjut Airlangga menutup penjelasannya.

Jadi, pesannya jelas. Pasar modal Indonesia dianggap punya fondasi yang solid. Transisi kepemimpinan ini diharapkan cuma seperti pergantian shift, beres dan lanjut lagi kerja.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler