Peluncuran all new Honda Vario 125 sempat memantik pertanyaan. Kenapa, sih, rangka eSAF yang sudah dipakai Vario 160 justru tidak diadopsi di model 125 cc ini? Ternyata, jawabannya lebih ke soal kecocokan teknis ketimbang sekadar mengikuti tren.
Menurut Hikaru Yokomura, Large Project Leader untuk Vario 125 dari Honda R&D Southeast Asia, pemilihan rangka tubular atau pipe frame itu bukan tanpa alasan. Semuanya berangkat dari karakter mesin yang dipakai.
"Rangka yang digunakan bukan eSAF, kami menggunakan pipe frame," ujar Hikaru dalam peluncuran di Cikarang belum lama ini.
Ia melanjutkan, "Kenapa kami menggunakan pipe frame? Karena disesuaikan dengan kebutuhan engine, sehingga melengkapi dengan engine yang digunakan. Satu paket."
Intinya, rangka dan mesin harus dilihat sebagai satu kesatuan. Kalau dipaksakan, performa optimal bisa-bisa tidak tercapai. Nah, untuk Vario 125 yang fokusnya ke keseimbangan tenaga dan efisiensi buat harian, kombinasi mesin eSP dengan rangka tubular dinilai lebih ideal.
Artikel Terkait
Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang Tewaskan Dua Orang, Lalu Lintas Sempat Macet Total
Bank Mandiri Luncurkan Fitur DHE Tracker untuk Permudah Pengelolaan Dana Ekspor SDA
Kadin Siapkan Kajian MBGnomics untuk Ukur Dampak Ekonomi Program Makanan Gratis
BRI Gelar Buka Puasa Bersama Pemred, Bahas Kolaborasi dan Dukung Jurnalisme Berkualitas