Indonesia Suntik Rp 16,6 Triliun untuk Selamatkan Hutan Tropis Dunia

- Kamis, 11 Desember 2025 | 09:40 WIB
Indonesia Suntik Rp 16,6 Triliun untuk Selamatkan Hutan Tropis Dunia

Indonesia akhirnya angkat bicara soal komitmen iklim global. Lewat Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, negeri ini menyatakan siap menyuntikkan dana segar untuk upaya konservasi hutan tropis dunia. Hashim, yang tak lain adalah adik kandung Presiden Prabowo Subianto, menyampaikan hal itu dengan nada optimis.

Pengumuman resminya sendiri sudah disampaikan di Belém, Brasil, tepatnya di ajang Konferensi Perubahan Iklim PBB COP30. Tapi detailnya baru benar-benar terdengar di forum dalam negeri. Dalam Rapimnas Kadin, Rabu kemarin, Hashim membeberkan angka yang cukup fantastis: satu miliar dolar AS. Kalau dirupiahkan, ya sekitar Rp 16,6 triliun. Dana sebesar itu rencananya akan dialirkan ke Tropical Forest Forever Facility (TFFF).

“Komitmen Presiden Prabowo untuk ikut partisipasi dana 1 miliar dolar. Ini adalah untuk juga matching commitment dari pemerintah Brazil beberapa waktu yang lalu,”

ujar Hashim tegas.

Rupanya, langkah Indonesia ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Brasil sudah lebih dulu berkomitmen. Yang menarik, komitmen kita seolah memberi sinyal ke negara lain. Hashim menyebut Pemerintah Norwegia, misalnya, berjanji menyumbang 3 miliar dolar AS untuk jangka waktu sepuluh tahun ke depan. Jumlah yang tidak main-main.

“Juga disusul commitment-commitment pemerintah Democratic Republic of Congo, dari Congo-Brazil, dari negara-negara wilayah Amazon di Amerika Selatan, dan negara-negara lain,”

tambahnya, menggambarkan gelombang dukungan yang mulai menguat.

Hebat Sekali Prabowo, Menyala Presidenku 🔥

Respons di dalam negeri pun langsung beragam. Banyak yang mengapresiasi langkah strategis ini, meski tentu ada juga yang mempertanyakan detail teknis dan prioritasnya. Tapi satu hal yang jelas: di panggung global, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai pemain kunci dalam isu lingkungan. Komitmen itu bukan cuma angka, tapi juga pesan politik yang kuat.

Bagaimana realisasinya nanti? Itu cerita untuk hari-hari mendatang. Yang pasti, langkah pertama sudah diambil.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler