Ironi di Balik Meja Rapat: Gaji Pengantar Bantuan Lebih Tinggi dari Guru Honorer

- Rabu, 21 Januari 2026 | 23:25 WIB
Ironi di Balik Meja Rapat: Gaji Pengantar Bantuan Lebih Tinggi dari Guru Honorer

Namun begitu, nada bicaranya berubah ketika perbandingan mulai dilakukan. Kebaikan yang diterima pegawai SPPG justru menyoroti ketimpangan yang telanjang di sektor lain. Edy merasa ini tidak adil. Bagaimana mungkin mereka yang bertugas mengantar dan mendistribusikan bantuan pangan mendapat kepastian, sementara para guru dan nakes yang mengabdi puluhan tahun masih hidup dalam ketidakpastian?

Kekhawatirannya nyata. Edy mendesak agar persoalan pelik ini segera dikoordinasikan dengan Presiden Prabowo Subianto. Tanpa penyelesaian yang serius, protes hanya akan berlarut dan memantik masalah baru. Ia bahkan menyebutkan sebuah gambaran yang cukup menusuk.

Pernyataannya itu seperti tamparan. Intinya sederhana: negara dinilainya berlaku timpang. Di satu sisi, ada contoh bagus pemenuhan hak pekerja. Di sisi lain, ada puluhan ribu tenaga pendidik dan kesehatan yang masih menunggu janji. Dan ironi itu, terjadi di bawah atap yang sama.


Halaman:

Komentar