Di ruang rapat Kompleks Parlemen, Senayan, suasana sempat tegang. Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, tak bisa menyembunyikan keheranannya. Dalam sebuah Rapat Dengar Pendapat dengan Badan Gizi Nasional, Selasa lalu, ia membeberkan sebuah ironi yang menurutnya sudah tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Nasib para pegawai di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ternyata jauh lebih baik dibandingkan dengan guru honorer dan banyak tenaga kesehatan.
Edy memaparkan, status kepegawaian yang diberikan kepada staf SPPG banyak di antaranya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) justru mencerminkan kondisi ideal. "Contoh yang bagus," ujarnya. Menurut legislator dari PDIP itu, tiga hal utama dalam ketenagakerjaan sudah terpenuhi di sana: perintah kerja yang jelas, upah, dan status. Itu standar tinggi yang seharusnya jadi acuan.
Ia pun menegaskan, "Jadi ini contoh yang baik bagi negara. Kalau ingin mengambil karyawan, statusnya harus jelas."
Artikel Terkait
Serangan Drone Guncang Pabrik Suriah, Gencatan Senjata Langsung Diuji
Sjafrie Sjamsoeddin Tegaskan Kesiapan Indonesia Hadapi Perang Berlarut
Kotak Kayu Mirip Pocong di Kulon Progo Ternyata Cuma Berisi Tanah
Pemerintah Cabut Izin Perkebunan Rp14,5 Triliun di Atas Tanah Milik TNI