Penjelasan ini langsung disorot Ketua Komisi V DPR, Lasarus. Ia mempertanyakan keterkaitan antara jarak pandang yang baik dengan keberadaan awan tebal di jalur pendekatan.
Menanggapi, Faisal mencoba menjabarkan lebih rinci. Pesawat terbang di ketinggian jelajah 6.500 kaki. Saat akan mendarat, ia harus turun dan melewati lapisan antara 1.700 hingga 1.800 kaki persis di mana awan Cb itu berada.
“Jadi bandaranya visibility-nya baik ya, tidak ada gangguan signifikan sehingga bisa untuk pendaratan. Tapi approach-nya nanti yang akan mempengaruhi ya, jadi jarak pandang itu berlaku pada saat akan pendaratan,” sambungnya.
Bagi Lasarus, penjelasan seperti ini masih terasa normatif. Ia khawatir hal itu bisa dijadikan pembenaran sederhana atas musibah.
“Jadi saya tidak ingin setiap kejadian itu kita normatif terus, saya minta tolong nih, setiap kejadian itu kita normatif terus Pak, normatif aja terus kita semua ini. Seolah-olah wajar terjadi gitu lah ini sebabnya yang harus betul-betul kita urai,” kata Lasarus.
Ia menekankan, penjelasan yang transparan dan mudah dipahami sangat penting, terutama bagi keluarga korban dan masyarakat luas.
“Ini kita harus pikirin keluarga korban juga Pak, penjelasan negara ini kepada masyarakat terkait dengan kejadian ini sehingga tidak menjadi normatif lalu menjadi pembenaran seolah-olah tidak ada jalan lain selain ditabrakkan ke gunung itu,” tegas Lasarus.
“Jadi tadi pemerintah ini seolah-olah menggiring memang tidak ada jalan lain, harus ke situ. Ini yang saya enggak demen penjelasan nya gitu loh, itu saya bilang normatif, kayak gak ada jalan lain selain ditabrakkan ke gunung itulah pesawat ini. Ini yang harus kita urai secara bersama, terkait dengan kejadian ini,” tandasnya.
Dialog di ruang rapat itu pun berakhir dengan nada tanya yang menggantung. Menunggu investigasi yang lebih mendalam.
Artikel Terkait
Kementan Gelar Talkshow untuk Cegah Panic Buying Jelang Ramadan
Sheila Dara Aisha Antar Vidi Aldiano ke Peristirahatan Terakhir di Tengah Hujan Deras
Analisis Telematika: Operasi Gabungan CIA-Mossad di Balik Wafatnya Pemimpin Spiritual Iran
Harga Emas Perhiasan Stabil di Pasar Domestik, Puncak Rp2,6 Juta per Gram