Setelah perjuangan yang melelahkan, tim SAR akhirnya berhasil membawa turun korban pertama dari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung. Korban tersebut kini telah berada dengan selamat di Desa Lampeso, Kecamatan Cenrana, Bone. Sebuah titik terang di tengah operasi pencarian yang penuh tantangan.
Korban, seorang laki-laki, sebenarnya sudah ditemukan sejak Minggu siang. Lokasinya cukup mengerikan: tersangkut di pepohonan di dalam jurang, sekitar 200 meter di bawah puncak. Saat itu juga, tim langsung berupaya membawanya keluar.
Namun begitu, alam sepertinya belum berkenan.
"Dari awal sudah mulai diupayakan evakuasi tapi kesulitan karena cuaca dan medan ekstrem," ujar Muhammad Arif Anwar, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar yang juga koordinator misi.
Cuaca buruk dan medan yang benar-benar berat memaksa mereka menghentikan upaya. Personel SAR pun terpaksa bermalam di gunung, berjuang melawan dingin dan kelelahan. Bayangkan saja, evakuasi yang dilanjutkan Senin pagi ternyata memakan waktu jauh lebih lama dari perkiraan.
Artikel Terkait
Tim SAR Taklukkan Tebing dan Kabut, Evakuasi Korban Kedua dari Reruntuhan Pesawat
Ingatan Mei 1998 Diuji di Meja Hijau, Menteri Digugat Atas Penyangkalan
Wali Kota Madiun Dijerat KPK, Dugaan Pungli dan Gratifikasi Tembus Rp 2,25 Miliar
Kumparan Gelar Live Road to, Siap Bagikan Hadiah Rp 99 Juta