Kemacetan Parah Landa Tol Jakarta-Tangerang, Perjalanan 35 Menit Membengkak Jadi 3 Jam

- Senin, 02 Maret 2026 | 21:15 WIB
Kemacetan Parah Landa Tol Jakarta-Tangerang, Perjalanan 35 Menit Membengkak Jadi 3 Jam
Kemacetan Parah Landa Tol Jakarta-Tangerang

Macet Mengerikan, Tiga Jam Hanya untuk Tempuh Tomang-Karawaci

Ruas Tol Jakarta-Tangerang (Janger) berubah jadi lautan kendaraan yang nyaris tak bergerak sejak senja tadi. Banyak pengendara yang terjebak berjam-jam, frustrasi. Salah satunya, Intan Suci (28), harus menghabiskan waktu tiga jam penuh hanya untuk bergerak dari Tomang menuju Karawaci. Padahal, perjalanan itu biasanya cuma makan waktu setengah jam lebih sedikit.

"Saya kejebak macet dari pintu masuk Tol Tomang sampai pintu keluar Tol Karawaci," ujar Intan, suaranya terdengar lelah.

"Masuk tol jam setengah empat sore, keluar baru jam setengah tujuh malam. Capek banget," tambahnya.

Menurutnya, kondisi normal hanya butuh 35 menit. Bahkan di jam sibuk sekalipun, paling parah cuma satu jam. Malam ini jelas berbeda. Dia melihat sejumlah mobil terpaksa mogok dan terparkir di bahu jalan, korban dari kemacetan panjang itu. Yang bikin kesal, truk-truk besar justru terlihat leluasa melintas di lajur kanan.

"Truknya sangat banyak. Bukan cuma di lajur 3 atau 4, tapi sampai masuk ke lajur 2 juga," keluhnya.

Laporan dari Jasa Marga di akun media sosialnya, sekitar pukul 20.44 WIB, memang menggambarkan kepadatan yang merata. Arus dari Tomang ke Kedoya padat. Begitu pula dari Meruya ke Kembangan, dan dari Karang Tengah menuju Kunciran.

Di sisi lain, arah Karawaci menuju Bitung pun tak kalah parah. Jasa Marga menyebut ada pekerjaan perbaikan jalan di sekitar kilometer 26, yang tentu saja memperburuk keadaan. Informasi itu mereka sebar untuk mengingatkan pengguna jalan lain agar bisa mencari alternatif jika memang masih ada.

Malam ini, ribuan kendaraan seperti terjepit di beton-beton tol. Lampu merah rem membentuk barisan panjang, sementara harapan untuk cepat sampai rumah makin menipis. Kemacetan seperti ini bukan hal baru, tapi selalu terasa melelahkan setiap kali datang.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar