Mereka harus menuruni lereng curam, berjalan pelan, membawa korban dengan hati-hati. Perjalanan itu menghabiskan waktu berjam-jam, bahkan hingga puluhan jam.
"Kemarin seharian jalan. Baru hari ini, Selasa, baru sampai di kampung, Desa Lampeso. Jadi dua malam bermalam," jelas Arif.
Meski sudah sampai di desa, perjalanan belum benar-benar usai. Dari Lampeso, tim masih harus menempuh jalan setapak sejauh 15 kilometer menuju kampung berikutnya. Lalu, masih ada lagi 5 kilometer berjalan kaki untuk mencapai jalan poros Cenrana. Baru di sana ambulans bisa menjangkau.
"Di jalan poros baru dinaikkan di ambulans lalu akan dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar untuk diserahkan ke pihak DVI," tandasnya.
Sayangnya, hingga larut malam ini, korban pertama tersebut dilaporkan belum juga tiba di rumah sakit tujuan. Perjalanan panjang dari puncak gunung ternyata masih berlanjut di darat. Satu nyawa telah diselamatkan dari jurang, tetapi perjuangan tim SAR dan para korban lainnya masih terus berlangsung.
Artikel Terkait
Tim SAR Taklukkan Tebing dan Kabut, Evakuasi Korban Kedua dari Reruntuhan Pesawat
Ingatan Mei 1998 Diuji di Meja Hijau, Menteri Digugat Atas Penyangkalan
Wali Kota Madiun Dijerat KPK, Dugaan Pungli dan Gratifikasi Tembus Rp 2,25 Miliar
Kumparan Gelar Live Road to, Siap Bagikan Hadiah Rp 99 Juta