Polda Jateng Ungkap Produksi Mi Berformalin di Boyolali Sejak 2019

- Kamis, 12 Maret 2026 | 05:15 WIB
Polda Jateng Ungkap Produksi Mi Berformalin di Boyolali Sejak 2019

Praktik produksi mi berbahaya di Boyolali akhirnya terbongkar. Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus ini, dengan seorang pelaku berinisial WH yang meracik apa yang disebut polisi sebagai 'ramuan maut' untuk mi yang ia produksi.

Menurut keterangan dari Dirreskrimsus Polda Jateng, Kombes Djoko Julianto, modusnya cukup terencana. WH memerintahkan dua karyawannya untuk memproduksi mi dengan cara yang tak lazim.

"Pelaku menyiapkan formalin, lalu mencampurkannya ke dalam adonan. Untuk setiap 100 kilogram bahan baku mi, mereka menggunakan satu liter formalin," jelas Djoko, Kamis (12/3/2026).

Racikan maut itu sendiri terdiri dari campuran tepung terigu, garam grosok, air, pewarna makanan, soda Q sebagai pengenyal, dan tentu saja, formalin. Dengan dibantu dua orang, WH menjalankan bisnis ini dan mengedarkan produknya ke berbagai kabupaten di Jawa Tengah.

Yang membuatnya lebih mengkhawatirkan, praktik ini ternyata sudah berlangsung lama. Sejak 2019, pabrik milik WH itu beroperasi dengan kapasitas yang tak main-main.

"Dalam sehari, mereka bisa menghasilkan sekitar 1 sampai 1,5 ton mi," ungkap Djoko.

Soal harga, mi berformalin itu dijual relatif murah, hanya Rp 12 ribu per kilogram. Saat ditanya detail daerah pemasarannya, polisi masih mendalami informasi dari para tersangka.

"Kita masih lakukan pemeriksaan lebih lanjut," tandasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar