Mikel Arteta tak sepenuhnya puas. Meski Arsenal berhasil pulang dari markas Bayer Leverkusen dengan satu poin, sang pelatih merasa timnya seharusnya bisa membawa pulang kemenangan penuh. Laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions di BayArena itu berakhir imbang 1-1, Rabu waktu setempat.
Menurut Arteta, performa anak asuhnya sebenarnya layak dibayar tiga poin. Mereka menguasai jalannya pertandingan, menciptakan peluang, tapi gagal menuntaskannya. "Kami mengendalikan permainan dengan baik, tetapi tidak mencetak gol," ujarnya, seperti dikutip dari laman UEFA.
"Kemudian kami membiarkan permainan lepas kendali. Itu tidak perlu," tambahnya dengan nada sedikit menyesal.
Memang, Arsenal yang dominan sejak kick-off justru kebobolan lebih dulu lewat gol Robert Andrich. Situasi sempat mencemaskan. Namun, di menit-menit akhir, The Gunners bangkit. Mereka bermain lebih baik dan akhirnya mendapatkan gol penyelamat.
Gol itu datang dari titik putih, dieksekusi dengan sempurna oleh Kai Havertz. Sungguh momen yang punya cerita tersendiri, karena Havertz kembali ke bekas markasnya.
Artikel Terkait
OJK Sodorkan Roadmap Integralitas untuk Atasi Masalah Struktural di Pasar Modal
Pengadilan Tolak Praperadilan Yaqut, Status Tersangka KPK Sah
Inter Miami Ikut Perburuan Bernardo Silva, Bersaing dengan Juventus dan Benfica
BGN Hentikan Sementara 1.512 Satuan Pelayanan Gizi di Jawa