Pasar saham diprediksi melanjutkan penguatannya hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak di kisaran 9.150 hingga 9.200 saat pembukaan perdagangan Selasa (20/1). Sentimen ini muncul setelah kemarin, Senin (19/1), IHSG berhasil ditutup menguat 58,466 poin atau 0,64 persen ke level 9.133,873.
Analis dari Phintraco Sekuritas melihat sinyal teknikal yang cukup mendukung. Mereka mencatat, histogram positif pada indikator MACD melebar, didukung pula oleh volume beli yang meningkat. Meski Stochastic RSI sudah berada di area jenuh beli, momentumnya masih terlihat kuat.
“Dengan kondisi itu, IHSG berpotensi menguji level 9.150-9.200,”
tulis analis mereka dalam risetnya.
Lalu, apa yang mendorong kenaikan ini? Ternyata, saham-saham perbankan besar jadi motor penggeraknya. Investor mulai berburu saham-saham ini, didorong oleh musim laporan keuangan perusahaan yang sebentar lagi tiba dan harapan akan pembagian dividen yang menarik. Nah, terkait rekomendasi saham, Phintraco punya beberapa pilihan untuk hari ini: GGRM, MYOR, INET, TAPG, dan CUAN.
Di sisi lain, prediksi serupa juga datang dari MNC Sekuritas. Mereka memperkirakan IHSG akan 'menghijau' di rentang yang sedikit lebih rendah, yaitu 9.123 sampai 9.151.
“Posisi IHSG saat ini kami perkirakan masih bagian dari wave (v) dari wave [iii]. Area penguatannya ada di 9.123-9.151,”
begini bunyi riset MNC Sekuritas.
Untuk portofolio, MNC Sekuritas merekomendasikan saham-saham yang berbeda: GZCO, INET, JPFA, dan SMRA. Jadi, ada beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan investor.
Disclaimer: Ingat, keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan Anda. Berita ini hanya menyajikan informasi, bukan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu. Selalu lakukan analisis mendalam sebelum bertindak.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 6,61% dalam Sepekan, Analis Sebut Masih Rawan Koreksi
Hutama Karya Raup Laba Rp464 Miliar di Kuartal I-2026, Tembus 172 Persen Target
PT Sinar Terang Mandiri Tbk Bagikan Dividen Rp60,23 Miliar, Setara Rp14,75 per Saham
Indonet Tunjuk Donauly Elena Situmorang sebagai Direktur Utama, Gantikan Andrew Rigoli