Distribusi bantuan untuk korban bencana di Aceh masih terkendala medan. Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengakui bahwa akses logistik lewat darat menuju Aceh Tengah dan Bener Meriah sampai saat ini masih sangat sulit.
“Untuk warga di daerah khususnya Aceh Tengah dan Bener Meriah, akses daratnya masih sulit,” ujar Abdul dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin lalu.
Kondisi itu memaksa tim penanggulangan untuk mengandalkan bantuan udara. Setiap hari, helikopter menjadi penyalur utama logistik ke titik-titik pengungsian, termasuk daerah pegunungan yang terpencil.
“Setiap hari, baik itu pemda, camat, kepala desa, Babinsa, Babinkamtibnas mengirimkan koordinat titik-titik pengungsian yang akan kita dropping melalui heli,” jelasnya.
“Baik yang langsung ke titik-titik di kawasan yang mungkin masih terputus akses daratnya, maupun yang jauh ke arah-arah perbukitan,” imbuh dia.
Rutinitas penerbangan ini berjalan terus. BNPB mencatat setiap sortie, lalu satu atau dua hari berikutnya dilakukan penerjunan ulang untuk mengisi stok yang sudah terdistribusi. Intinya, menjaga agar pasokan makanan warga di pengungsian tak pernah kosong.
“Kita catat di satu titik. Kemudian akan kita dropping lagi satu atau dua hari berikutnya untuk me-refill cadangan makanan yang sudah didistribusikan sebelumnya,” tutur Abdul.
Meski begitu, upaya perbaikan jalan darat tak berhenti. Ada kabar baik dari sisi Barat. Menurut Abdul, akses dari Nagan Raya menuju Aceh Tengah sudah mulai bisa dilalui, tak hanya roda dua, tapi kini juga roda empat.
“Ini menjadi penting karena akan menjadi jalur alternatif ke Aceh Tengah selain dari Lintas Timur,” sambungnya.
Secara umum, transportasi utama di Aceh mengandalkan koridor Timur dan Barat, yang keduanya menuju wilayah tengah. Nah, dari sisi Timur, pekerjaan masih menumpuk. Ada lima jembatan lagi yang sedang dibenahi.
“Target (Kementerian) PUPR itu sekitar tanggal 30 Desember,” ungkap Abdul mengenai jembatan-jembatan di jalur Timur itu.
Sementara dari arah Barat, progresnya lebih menggembirakan. Sebagian besar jalur sudah pulih. Salah satu titik krusial, jembatan Krueng Beutong di jalur Celala, disebutkan pembangunannya sudah mencapai 75 persen.
“Untuk jalur dari Barat, salah satunya melalui Celala, ini akan melewati jembatan Krueng Beutong yang saat ini dalam proses sudah 75 persen,” pungkas Abdul.
Artikel Terkait
Pandji Selesaikan Pemeriksaan Kasus Dugaan Penistaan Agama di Polda Metro Jaya
Islah Bahrawi Tolak Wacana Polri Dibawah Kementerian, Desak Tetap di Bawah Presiden
Pandji Pragiwaksono Jalani Klarifikasi di Polda Metro Terkait Laporan Penistaan Agama
Relawan Peringatkan Love Scam Kini Incar Anak SD dan Perempuan Berpendidikan