Di sisi lain, Ruffalo juga getol melawan apa yang ia anggap sebagai sensor di industri. Ia mendesak serikat pekerja seperti SAG-AFTRA untuk melindungi anggota mereka dari risiko masuk daftar hitam hanya karena pandangan politik. Baginya, ruang untuk bersuara harus tetap ada.
Simbol-simbol solidaritas pun ia pakai di momen-momen penting. Di acara bergengsi seperti Golden Globes atau DGA Awards, kerap terlihat ia mengenakan pin Artists4Ceasefire. Sebuah pernyataan visual yang sederhana, namun punya gaung kuat.
Namun begitu, jalan yang ia tempuh tak selalu mulus. Kritik datang bertubi-tubi dari kelompok pro-Israel dan beberapa rekan sejawatnya. Tapi Ruffalo tampaknya ogah mundur. Ia justru kian menjadi tokoh sentral dalam perpecahan menyangkut konflik ini yang melanda Hollywood.
Platformnya terus ia gunakan. Untuk menggalang bantuan kemanusiaan, atau sekadar mengingatkan dunia agar tak lupa pada pertanggungjawaban atas nyawa warga sipil. Di tengah hiruk-pikuk industri hiburan, suaranya tetap terdengar keras dan jelas.
Artikel Terkait
Guru Honorer Jambi Jadi Tersangka Usai Tampar Murid yang Makinya
Abu Dhabi Bantah Keras Tuduhan Gudang Senjata dan Penjara Rahasia di Yaman
MK Tegaskan Jalan Polisi Aktif Duduki Jabatan Sipil Tetap Terbuka
Istana Sampaikan Duka, Pesawat ATR 42-500 KKP Jatuh di Lereng Bulusaraung