Bagi Mark Ruffalo, berdiam diri bukanlah pilihan. Aktor yang dikenal sebagai Hulk itu sudah berkali-kali bilang: ia tak gentar kehilangan karier Hollywood-nya atau menghadapi konsekuensi profesional apa pun. Semua itu demi dukungannya yang lantang terhadap Palestina.
Tanggung jawab moral, begitu katanya, jauh lebih penting daripada keamanan karier. "Diam bukanlah pilihan," tegasnya, terutama ketika menyaksikan penderitaan warga sipil. Sikapnya ini bukan sekadar pernyataan kosong, tapi diwujudkan dalam serangkaian aksi yang cukup konkret.
Advokasinya terbilang langsung dan tanpa tedeng aling-aling. Ia pernah menyebut tindakan Israel di Gaza sebagai "kelaparan dan pembersihan etnis", bahkan tak ragu menggunakan kata "genosida". Ruffalo juga aktif menyerukan sanksi global, sambil membandingkan situasi di sana mirip dengan masa apartheid di Afrika Selatan.
Tak cuma bicara, ia juga ambil peran di belakang layar. Pada 2025 lalu, namanya tercatat di antara para tokoh terkemuka yang menandatangani "Ikrar Pekerja Film untuk Palestina". Isinya? Seruan untuk memboikot lembaga film Israel tertentu.
Artikel Terkait
Guru Honorer Jambi Jadi Tersangka Usai Tampar Murid yang Makinya
Abu Dhabi Bantah Keras Tuduhan Gudang Senjata dan Penjara Rahasia di Yaman
MK Tegaskan Jalan Polisi Aktif Duduki Jabatan Sipil Tetap Terbuka
Istana Sampaikan Duka, Pesawat ATR 42-500 KKP Jatuh di Lereng Bulusaraung