Basarnas Temukan Lokasi Jatuh Pesawat, Evakuasi Korban Dihadang Kabut Tebal

- Senin, 19 Januari 2026 | 15:54 WIB
Basarnas Temukan Lokasi Jatuh Pesawat, Evakuasi Korban Dihadang Kabut Tebal

Kurang dari sehari setelah laporan "hilang kontak" masuk, tim Basarnas akhirnya berhasil menemukan titik jatuhnya pesawat itu. Peristiwa itu terjadi Sabtu lalu (17/1/2026). Saat ini, seluruh upaya difokuskan pada pencarian dan evakuasi korban. Mereka berjuang melawan waktu, memanfaatkan golden time tiga hari krusial pasca-kejadian yang sangat menentukan.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menekankan betapa vitalnya kecepatan penemuan lokasi ini. Menurutnya, itu adalah modal utama untuk menyelamatkan nyawa.

“Kurang dari 24 jam sejak kejadian, tim SAR gabungan sudah berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Saat ini kami memaksimalkan golden time pencarian dengan harapan besar seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi, khususnya dalam kondisi selamat,” ujar Syafii, Senin (19/1).

Ia melanjutkan, sejauh ini sudah dua korban ditemukan. Satu korban laki-laki ditemukan Minggu (18/1), disusul seorang perempuan pada Senin (19/1).

“Namun demikian, perlu kami tegaskan bahwa proses identifikasi korban bukan menjadi kewenangan Basarnas dan akan dilakukan oleh instansi yang berwenang sesuai prosedur,” tegasnya.

Medan yang Menantang Nyali

Medan lokasinya benar-benar ekstrem. Menurut penjelasan Syafii, pesawat jatuh di area tebing curam. Diperkirakan, korban berada di kedalaman sekitar 500 meter dari puncak. Situasi seperti ini jelas membutuhkan teknik evakuasi khusus dan tingkat kehati-hatian yang luar biasa.

“Tantangan terbesar yang dihadapi tim SAR gabungan saat ini adalah kondisi cuaca dan alam yang sangat ekstrem. Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor penghambat utama dalam operasi,” jelasnya.

Dihadang Kabut

Rencana awal, evakuasi lewat udara jadi prioritas. Tapi alam berkata lain. Kabut tebal yang menyelimuti area lokasi mempersempit jarak pandang hingga hampir nol, memaksa tim menunda operasi udara.

“Evakuasi melalui udara menjadi prioritas, tetapi hingga saat ini belum memungkinkan. Oleh karena itu, kami mengoptimalkan unsur darat yang secara bertahap melakukan pencarian dan upaya evakuasi,” ungkap Syafii.

Proses pencarian tetap berjalan, meski pelan. Tim darat yang sudah paham betul medan setempat dikerahkan maksimal. Mereka merangkak, menyisir setiap titik yang diduga menjadi lokasi korban.

“Ini adalah misi kemanusiaan. Seluruh personel SAR gabungan bekerja dengan penuh dedikasi, kehati-hatian, dan semangat kebersamaan. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar operasi ini diberikan kelancaran dan keselamatan,” pungkasnya.

Operasi akan terus dilanjutkan. Semuanya tergantung cuaca dan tentu saja, keselamatan para personel di lapangan. Targetnya satu: menemukan dan mengevakuasi seluruh korban.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar