“Tantangan terbesar yang dihadapi tim SAR gabungan saat ini adalah kondisi cuaca dan alam yang sangat ekstrem. Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor penghambat utama dalam operasi,” jelasnya.
Dihadang Kabut
Rencana awal, evakuasi lewat udara jadi prioritas. Tapi alam berkata lain. Kabut tebal yang menyelimuti area lokasi mempersempit jarak pandang hingga hampir nol, memaksa tim menunda operasi udara.
“Evakuasi melalui udara menjadi prioritas, tetapi hingga saat ini belum memungkinkan. Oleh karena itu, kami mengoptimalkan unsur darat yang secara bertahap melakukan pencarian dan upaya evakuasi,” ungkap Syafii.
Proses pencarian tetap berjalan, meski pelan. Tim darat yang sudah paham betul medan setempat dikerahkan maksimal. Mereka merangkak, menyisir setiap titik yang diduga menjadi lokasi korban.
“Ini adalah misi kemanusiaan. Seluruh personel SAR gabungan bekerja dengan penuh dedikasi, kehati-hatian, dan semangat kebersamaan. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar operasi ini diberikan kelancaran dan keselamatan,” pungkasnya.
Operasi akan terus dilanjutkan. Semuanya tergantung cuaca dan tentu saja, keselamatan para personel di lapangan. Targetnya satu: menemukan dan mengevakuasi seluruh korban.
Artikel Terkait
Valverde Cetak Gol Telat, Real Madrid Curi Kemenangan Dramatis di Markas Celta Vigo
Napoli Kalahkan Torino 2-1 dalam Laga Sengit di Maradona
Ibu Rumah Tangga Beraksi, Rp15 Juta Raib dari Lapak di Pasar Pandaan
Raymond/Joaquin Singkirkan Unggulan China, Lolos ke Semifinal All England