Ketua Komisi VII DPR, Marwan Dasopang, punya usulan penting terkait haji 2026. Menyikapi situasi geopolitik Timur Tengah yang memanas, ia mendesak pemerintah untuk segera menyiapkan rute penerbangan alternatif bagi jemaah. Salah satu opsi yang dilontarkan adalah melalui benua Afrika.
“Tidak mungkin juga jemaah berlama-lama. Harus ada alternatif, umpamanya, mungkinkah penerbangan dibelokkan dari Afrika,” ujar Marwan di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jumat lalu.
Pernyataannya ini bukan tanpa alasan. Eskalasi konflik di kawasan itu dinilai bisa mengganggu perjalanan ibadah haji tahun depan. Menurutnya, persiapan harus dimulai dari sekarang.
“Kita akan mendorong pemerintah untuk berkoordinasi dengan semua pihak,” tegasnya.
Ia menyebutkan, koordinasi itu harus menyeluruh. Mulai dari maskapai penerbangan, penyedia akomodasi hotel, hingga layanan konsumsi dan Masyair di Armuzna. Soalnya, perubahan rencana mendadak pasti punya konsekuensi finansial yang tidak kecil.
“Karena itu akan berat sekali dari sisi keuangan,” lanjut Marwan.
Ia mengakui, ada kekhawatiran jemaah yang sudah membayar akan terkena dampaknya jika layanan yang sudah dipesan berubah atau bahkan hilang. Pemerintah, dalam hal ini, dituntut untuk bisa meyakinkan berbagai pihak terkait.
Namun begitu, skenario alternatif ini jelas punya konsekuensi lain. Marwan menyadari betul bahwa memutar rute lewat Afrika berpotensi menaikkan biaya operasional. Penyebabnya sederhana: durasi penerbangan pasti jadi lebih panjang.
“Saya kira ada ya (biaya meningkat), karena durasi terbangnya semakin lama. Kalau selama ini 10 sampai 8 jam, atau Aceh 6 jam, itu pasti akan semakin panjang karena rute itu memang memutar,” pungkasnya.
Jadi, selain soal keamanan, isu pembiayaan juga menjadi tantangan yang perlu dijawab jika usulan ini benar-benar dijalankan.
Artikel Terkait
Pemerintah Minta Publik Bersabar Tunggu Pengumuman Skema Baru Bagi Hasil Tambang
Iran Peringatkan Negara Arab agar Tak Izinkan AS Gunakan Wilayah Mereka untuk Serang Iran
Wamen Haji Instruksikan Petugas Siaga Penuh Sambut Jemaah Gelombang Kedua di Madinah
Perindo Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu Sebelum Tahapan Seleksi Penyelenggara Bergulir