Dua Menteri Serahkan Bantuan Rp 241,6 Miliar untuk Korban Bencana Pidie Jaya

- Jumat, 06 Maret 2026 | 18:25 WIB
Dua Menteri Serahkan Bantuan Rp 241,6 Miliar untuk Korban Bencana Pidie Jaya

Di Gedung MTQ Kabupaten Pidie Jaya, dua menteri hadir untuk menyalurkan bantuan yang nilainya tak main-main: Rp 241,6 miliar lebih. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang juga memimpin Satgas PRR, secara resmi menyerahkan bantuan untuk korban bencana hidrometeorologi di wilayah itu.

Niatnya jelas: mempercepat pemulihan warga yang terdampak. Bantuan ini sendiri cukup beragam rinciannya. Ada Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE) senilai Rp 94,1 miliar lebih, yang ditujukan untuk 18.839 kepala keluarga. Lalu, untuk 66.629 jiwa, ada Bantuan Jaminan Hidup (Jadup) sebesar Rp 89,9 miliar. Tak ketinggalan, bantuan isian hunian sementara senilai Rp 56,5 miliar juga disiapkan untuk jumlah KK yang sama.

Di luar itu, Kemensos juga memberikan santunan. Untuk 56 korban meninggal dunia, santunan ahli warisnya mencapai Rp 840 juta. Sementara 23 korban luka mendapat santunan sebesar Rp 115 juta.

Dalam kesempatan itu, Tito Karnavian mengungkapkan bahwa bantuan dari pemerintah sebenarnya sudah berjalan. Sebelumnya, melalui BNPB, sudah dua gelombang bantuan untuk perbaikan rumah dengan kerusakan ringan dan sedang yang disalurkan.

"Alhamdulillah hari ini kita sudah menyerahkan bantuan untuk perorangan korban bencana (di Pidie Jaya). Kita sudah dua kali memberikan bantuan untuk kualifikasi kerusakan rumah, yang rusak ringan dan sedang, yang sudah diberikan BNPB secara serempak dua gelombang," jelas Tito, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, bantuan yang baru disalurkan ini sifatnya langsung ke individu. Tujuannya membantu kebutuhan dasar dan pemulihan ekonomi keluarga yang porak-poranda. Rincian per orangnya, Jadup sebesar Rp 450 ribu akan diberikan selama tiga bulan. Lalu, ada juga bantuan isian hunian Rp 3 juta dan stimulan ekonomi Rp 5 juta per KK.

"Totalnya (seluruh wilayah Sumatera) hampir Rp900 miliar. Alhamdulillah sudah dieksekusi dan direalisasikan oleh Bapak Mensos atas perintah Bapak Presiden. Arahan Presiden agar segera diberikan secepat mungkin," tambahnya.

Di sisi lain, Gus Ipul menekankan bahwa penyaluran sebesar ini bukan kerja instan. Ini hasil kolaborasi banyak pihak, dari tingkat desa hingga pusat, dengan data yang dianggap sudah valid dan melalui jenjang yang jelas.

Proses pendataannya sendiri melibatkan banyak orang. Mulai dari kepala desa, RT/RW, TNI-Polri, sampai tokoh masyarakat dan aparat penegak hukum setempat. Data itu kemudian naik ke Pemerintah Provinsi, hingga akhirnya sampai ke meja Mendagri selaku Ketua Satgas.

"Sampai ke Pak Mendagri, selaku Ketua Satgas yang mengoordinasikan seluruh arahan dan instruksi Presiden. Setelah melihat data itu, Pak Mendagri kemudian menandatangani. Data yang ditandatangani itulah yang disebut dengan data terverifikasi dan valid," papar Gus Ipul.

Ia juga menyebut, sebelum dinyatakan valid, data calon penerima ini sudah melalui proses pengecekan ketat oleh BPS dan Dukcapil. Jadi, klaimnya, semuanya sudah melalui filter yang berlapis.

Selain bansos tunai, pemerintah disebutnya masih punya program lain yang sedang berjalan. Bantuan infrastruktur dan program pemulihan jangka panjang masih terus diproses di lapangan.

"Kami ingin ngajak semuanya ikut mengawasi, mengawal, dan memperkuat. Mungkin masih ada kekurangan. Tetapi atensi Presiden yang luar biasa dalam menangani bencana ini sungguh kita rasakan. Semua dukungannya itu luar biasa," seru Gus Ipul.

Harapannya tentu besar. Dengan segala upaya yang digelontorkan, kondisi Aceh, khususnya Pidie Jaya, bisa segera pulih dan bangkit.

"Untuk itu kita harapkan (ini) menjadi bagian tidak terpisahkan dari proses pemulihan yang nanti Aceh akan kembali sempurna, kembali lebih baik dari sebelumnya," pungkasnya.

Acara penyerahan itu sendiri dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. Tampak hadir Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia Haris, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, dan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi beserta wakilnya, Hasan Basri. Jajaran dari Kemensos, Kemendagri, PT Pos, serta pemerintah daerah setempat juga memadati ruangan, mengawal proses penyaluran bantuan yang nilainya ratusan miliar itu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar