“Pakai sistem e-voting, tapi dalam hitungan jam hasilnya bisa berubah-ubah. Nah, ini yang harus kita pelajari betul. Bagaimana kalau diterapkan di Indonesia?”
Di sisi lain, dia tak menampik bahwa opsi ini punya daya tarik kuat. Terutama dari segi efisiensi anggaran. Tapi, satu hal yang menurutnya tak boleh ketinggalan adalah soal keamanan teknologi itu sendiri. Itu poin krusial.
“Itu satu hal yang bagus. Tapi pengamanan teknologinya juga perlu dikaji. Semua nanti akan kita kaji,” tandas Dasco, mengakhiri pembicaraan.
Jadi, meski dianggap bisa menghemat banyak hal, jalan menuju e-voting di Indonesia masih panjang. Butuh persiapan matang, terutama agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Artikel Terkait
Trump Tawarkan Kursi di Dewan Perdamaian Gaza, Tarifnya Rp 16,9 Triliun
Dua Perempuan Sumedang Diselamatkan dari Jerat Calo Pekerjaan Ilegal di Garut
KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam OTT di Madiun, Wali Kota Turut Diamankan
Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Usung Anies dan Tolak Pilkada Lewat DPRD