Gus Ipul Puji Penampilan Mengharukan Siswa Sekolah Rakyat di Pasuruan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul hadir dalam acara Dialog Kesejahteraan Sosial dan Sekolah Rakyat yang digelar di Gedung Kesenian Darmoyudo, Kota Pasuruan. Kedatangan beliau pada pukul 09.40 WIB disambut meriah dengan berbagai pertunjukan seni dari siswa Sekolah Rakyat, mulai dari musik rebana, tarian tradisional, paduan suara, hingga pembacaan puisi.
Acara ini diikuti oleh peserta dari SRMP 28 Kota Pasuruan, SRT 3 Kabupaten Pasuruan, dan SRT 48 Kabupaten Pasuruan. Salah satu momen paling berkesan adalah ketika Mainur Shafa, seorang siswi berusia 12 tahun dari SRMP 28, membawakan puisi berjudul 'Terang Kecil dari Pasuruan'. Suasana menjadi hening dan penuh khidmat saat lampu dipadamkan, membuat penampilan Shafa yang penuh penghayatan begitu menyentuh hati hingga banyak peserta yang terharu dan menitikkan air mata.
Dalam puisinya, Shafa menyampaikan perasaan tentang mimpi yang kini terasa lebih dekat. "Dulu mimpi itu terasa jauh, jauh sekali. Seperti dingin Bromo yang kami dengar, tapi tak pernah kami datangi. Namun hari ini di Sekolah Rakyat, mimpi itu rasanya bisa kami sentuh," ujarnya dengan penuh perasaan.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah dan Elemen Sosial
Dialog kesejahteraan sosial ini tidak hanya dihadiri oleh keluarga dan siswa Sekolah Rakyat, tetapi juga dihadiri oleh berbagai elemen penting. Turut hadir dalam acara ini Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Bupati Pasuruan Mochamad Rusdi Sutejo, Wakil Wali Kota Pasuruan Mokhamad Nawawi, Kadinsos Jawa Timur Restu Novi, serta perwakilan dari Forkopimda Kota dan Kabupaten Pasuruan, dan Pejabat Tinggi Madya Kementerian Sosial.
Selain itu, hadir pula para Pendamping Rehabilitasi Sosial, Pendamping PKH, Tagana, TKSK, Pekerja Sosial Masyarakat, Karang Taruna, dan Pelopor Perdamaian dari wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan, menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program Sekolah Rakyat.
Gus Ipul: Sekolah Rakyat Wujud Perhatian Presiden Prabowo
Dalam arahannya, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bentuk perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto bagi anak-anak yang selama ini belum terbawa dalam arus pembangunan. Beliau mengungkapkan rasa terharunya dengan ide pembentukan Sekolah Rakyat yang ditujukan untuk mereka yang membutuhkan.
"Saya sendiri terus terang terharu dengan ide ini. Ide yang diperuntukkan bagi mereka-mereka yang belum terbawa dalam proses pembangunan. Anak-anak yang naik ke atas panggung ini adalah anak-anak yang hebat. Anak-anak yang sesungguhnya punya talenta, tapi belum memiliki akses terhadap pendidikan dengan lingkungan yang berkualitas," ungkap Gus Ipul.
Sekolah Rakyat Sebagai Miniatur Pengentasan Kemiskinan
Gus Ipul lebih lanjut menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat berperan sebagai miniatur dalam upaya pengentasan kemiskinan secara terintegrasi. Program ini tidak hanya menyekolahkan anak-anak, tetapi juga memberdayakan seluruh keluarganya melalui program-program unggulan pemerintah.
"Orang tuanya akan diberdayakan, rumahnya akan dibantu supaya lebih layak huni, orang tuanya nanti jadi anggota Kopdes Merah Putih, keluarganya dapat Bansos lengkap, seluruh keluarganya dapat jaminan kesehatan atau PBI, tentu juga dukungan makan bergizi gratis, dan cek kesehatan gratis. Semua ini adalah program unggulan Presiden Prabowo," jelas Gus Ipul secara rinci.
Larangan Keras Penyelewengan dalam Seleksi Siswa
Menteri Sosial juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Beliau memberikan instruksi keras kepada Pemerintah Daerah dan seluruh Pilar Sosial untuk memastikan tidak terjadi penyelewengan dan kecurangan dalam proses seleksi siswa.
"Tidak boleh ada suap-menyuap, tidak boleh ada sogok, menyogok, tidak boleh ada yang titip-titip untuk menjadi siswa Sekolah Rakyat. Wali Kota gak boleh titip, Bupati gak boleh titip, Lurah gak boleh titip, Camat gak boleh titip, Menteri tidak boleh titip, apalagi pendamping juga," tegas Gus Ipul dengan sungguh-sungguh.
Perkembangan Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia
Gus Ipul mengungkapkan bahwa saat ini telah terdapat 166 titik Sekolah Rakyat rintisan yang beroperasi di seluruh Indonesia. Selain itu, telah disiapkan 104 titik lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen, menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak kurang beruntung.
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyampaikan apresiasi dan rasa syukur bahwa Sekolah Rakyat dapat dilaksanakan di tiga titik yang berada di Kota dan Kabupaten Pasuruan. "Tentu sama-sama kita saksikan bahwa hari ini, ternyata ketika negara hadir memberikan fasilitas, memberikan ruang yang sama, bagi mereka-mereka yang selama ini kurang diuntungkan oleh situasi ekonomi, ternyata mereka punya potensi yang tidak kalah dengan siswa-siswa yang lainnya," tandas Adi Wibowo.
Artikel Terkait
Pemerintah Penajam Paser Utara Siapkan Penanganan Darurat Antisipasi Krisis Air Bersih Akibat Kemarau Panjang
Direktur Utama Blueray Cargo Akui Beri Mobil Mewah dan Jam Tangan ke Pejabat Bea Cukai
KPK Sita Uang Tunai Rp293 Juta dari Rumah Mantan Menteri Imipas Silmy Karim
Polisi Selidiki Penemuan Dua Jenazah Perempuan di Banyumas, Satu di Dalam Sumur