Eggi Sujana memilih jalan damai. Dia menemui Jokowi untuk memohon restorative justice. Dan setelah itu, suasana pun menjadi tenang baginya.
Benar-benar mirip lagu lawas itu: kau yang mulai, kau pula yang mengakhiri.
Tapi, tindakan Eggi itu justru memantik kemarahan. RRT dan kawan-kawannya merasa dikhianati. Mereka pun melanjutkan sendiri drama perlawanan itu, bertekad menempuh jalan untuk menguak kebenaran yang mereka percayai.
Inilah potret negara hukum kita. Bagi para pendamba keadilan, rasanya seperti terjebak dalam wacana kedunguan yang tak berujung. Aparat Penegak Hukum (APH) pun kerap sibuk dengan godaan lain: jabatan, harta, dan kadang skandal yang tak pantas. Seolah mandi genit di tengah tugas mulia mereka.
Kini, di era kepemimpinan baru Prabowo, rakyat masih menunggu. Menunggu keadilan sesungguhnya yang merata. Mereka berharap negara yang berdaulat ini punya institusi dan APH yang bersih. Bebas korupsi, dan jauh dari penyalahgunaan kekuasaan. Harapan itu masih menggantung. Menunggu untuk dikabulkan, atau justru menjadi lirik lagu lama berikutnya.
PN, 19 Januari 2026
Artikel Terkait
Basarnas Temukan Lokasi Jatuh Pesawat, Evakuasi Korban Dihadang Kabut Tebal
Polisi Dituding Berdiri di Bawah Sandal dalam Kasus Ijazah Mantan Presiden
Guru PPPK Cianjur Aniaya Nenek Tetangga Demi Lunasi Utang Judi Online
SP3 Ijazah Palsu Dikritik: Cacat Hukum hingga Langgar Aturan Internal Polri