Suasana di Adamuz, Andalusia, masih mencekam. Hingga Senin siang, operasi evakuasi korban tabrakan dua kereta cepat itu belum juga usai. Yang bikin ngeri, kata petugas, masih ada penumpang yang terjebak di dalam gerbong-gerbong yang ringsek akibat benturan dahsyat tadi malam.
Kepala Pemadam Kebakaran Cordoba, Paco Carmona, mengaku timnya bekerja di tengah kondisi yang sangat sulit.
"Masih ada orang yang terperangkap," ujarnya kepada TVE, suaranya terdengar lelah. "Kami fokus mengeluarkan korban dari ruang-ruang yang sangat sempit. Sempit sekali."
Musibah ini terjadi Minggu malam, sekitar pukul 19.45. Cuma selang sepuluh menit setelah kereta cepat Iryo rute Malaga–Madrid meninggalkan Cordoba. Entah bagaimana, kereta itu keluar jalur di kawasan Adamuz dan langsung menghantam kereta Renfe tujuan Madrid–Huelva yang kebetulan lewat di jalur sebelah. Hantamannya begitu keras hingga kereta Renfe terlempar ke lereng tanggul rel.
Pemandangan di lokasi, kata Wali Kota Adamuz Rafael Moreno, sungguh mengerikan. "Sangat parah," katanya singkat.
Benturan keras itu merenggut sedikitnya 21 nyawa. Tidak berhenti di situ. Sekitar 75 penumpang dilarikan ke rumah sakit, dan 15 di antaranya dilaporkan dalam kondisi serius. Juanma Moreno, Kepala Pemerintahan Daerah Andalusia, sudah memperingatkan bahwa angka kematian kemungkinan masih akan bertambah.
"Benturannya sangat kuat," kata Moreno. Ia khawatir masih ada jenazah lain yang tertimbun reruntuhan. Untuk itu, alat berat terpaksa digunakan untuk membongkar dan memotong badan kereta yang hancur lebur.
Menurut Menteri Transportasi Oscar Puente, sebagian besar korban berada di dua gerbong depan kereta Renfe. Sementara itu, operator rel Adif cuma menyebutkan fakta sederhana: Kereta Iryo 6189 keluar jalur dan menabrak jalur sebelah, menyebabkan kereta Madrid–Huelva anjlok.
Yang bikin banyak pihak geleng-geleng, kecelakaan ini terjadi di lintasan lurus yang justru baru diperbarui Mei lalu. Puente sendiri menyebut insiden ini "sangat aneh". Penyebab pastinya masih diselidiki.
Korban selamat menggambarkan kepanikan saat itu. Maria San José (33), salah seorang penumpang, mengaku masih gemetar. "Banyak yang terluka. Saya masih gemetar," tuturnya kepada El Pais.
Kisah serupa datang dari jurnalis TVE, Salvador Jimenez, yang kebetulan berada di kereta Iryo. Ia melihat sendiri bagaimana penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan memecahkan kaca jendela menggunakan palu darurat.
Kereta Iryo sendiri mengangkut lebih dari 300 penumpang, sementara kereta Renfe sekitar 100 orang. Imbas dari tragedi ini, seluruh layanan kereta antara Madrid dan Andalusia untuk sementara dihentikan. Rute yang biasanya ramai itu kini sunyi, menunggu kepastian dan duka yang belum benar-benar usai.
Artikel Terkait
PSM Makassar Mulai Bangkit di Papan Bawah, Ujian Berat Lawan Bali United Jadi Penentu
PSG Hajar Angers 3-0, Gol Cepat dan Dominasi Penuh Kokohkan Puncak Klasemen Ligue 1
Arsenal Kembali ke Puncak Klasemen Usai Kalahkan Newcastle 1-0 Berkat Gol Cepat Eze
Tim SAR Makassar Cari Perempuan 51 Tahun yang Tersesat di Hutan Palopo