Zaman Dajjal Kecil: Saat Kebenaran dan Kepalsuan Tak Lagi Bisa Dibedakan

- Minggu, 18 Januari 2026 | 20:25 WIB
Zaman Dajjal Kecil: Saat Kebenaran dan Kepalsuan Tak Lagi Bisa Dibedakan

Jadi, seorang idealis seringkali seperti pemenang yang kalah. Ia harus rela memilih kekalahan, bahkan kehancuran, demi mempertahankan moral dan kebenaran. Itu pilihannya.

Seorang idealis sejati sadar betul. Kemenangan hakiki justru terletak pada keteguhan berada di pihak nilai kebenaran, apapun risikonya.

Dan ya, upaya mempertahankan idealisme itu sebenarnya indah dan menawan. Prosesnya seperti pengembaraan tanpa henti, semacam ziarah terus-menerus menuju kemanusiaan dan nurani yang paling dalam.

Tapi tentu, seorang idealis butuh kesabaran ekstra. Ia harus menyusuri tepian-tepian akhir dari proses “memanusikan manusia.”

Fenomena inilah yang mirip dengan kabar dalam sirah. Manusia kini tenggelam dalam kebatilan. Tak mampu lagi melihat hak dan batil. Semua terbawa arus Dajjal kecil, di mana “hidup hanya dipertaruhkan dengan tawar-menawar transaksi materi.”

Benar juga kiranya pepatah yang bilang, “dunia hanya panggung sandiwara.”

Hiruk-pikuk manusia sekarang ini ibarat lomba akting. Setiap orang berusaha memainkan peran, hanya untuk mendapatkan remah-remah dari Dajjal kecil. Hidup seolah hanya untuk merasa, lalu mati menjadi debu. Mereka lupa, bahwa semua ini akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

18/1/2026


Halaman:

Komentar