Acara Rakernas I Ormas Gerakan Rakyat di Jakarta, Sabtu (17 Januari 2026) lalu, cukup menyita perhatian. Di sana, Anies Baswedan menyampaikan pandangannya yang cukup tajam soal hutan dan industri sawit. Pidatonya bukan cuma soal angka, tapi lebih pada semangat untuk mengingatkan kita semua.
"Soal hutan itu soal kehidupan," ujarnya, menekankan setiap kata. "Bukan cuma urusan fotosintesis belaka. Coba kita pikirkan, bagaimana nasib orang hutan, harimau Sumatra, gajah, atau badak? Mereka semua itu belum bisa dan memang tidak akan pernah bisa hidup di perkebunan. Sederhana saja, mereka butuh hutan."
Menurut sejumlah ahli biologi, klaimnya punya dasar. Katanya, cuma 15 persen spesies hutan yang sanggup beradaptasi di area kebun. Itu artinya, sebagian besar sekitar 85 persen spesies lainnya akan terancam punah. Angka yang cukup untuk membuat kita berpikir ulang.
Di sisi lain, Anies juga menyentuh narasi yang kerap beredar. "Kalau ada yang bilang semua pohon sama, ya kita harus berani mengoreksi. Santun, tapi tegas," katanya. Ia menegaskan bahwa sikap ini bukan berarti anti sawit. Sawit memang punya peran dalam perekonomian, dan kita membutuhkannya. Namun begitu, lokasinya tak boleh dibangun di atas hutan primer yang sudah dibabat habis. Itu batas yang jelas.
Artikel Terkait
Prabowo Menitikkan Air Mata di Pernikahan Sekretaris Pribadinya
Hujan Deras Guyur Jakarta, 38 RT dan 12 Ruas Jalan Masih Terendam
Partai Gerakan Rakyat Resmi Dideklarasikan, Anies Baswedan Jadi Sorotan
Heboh Bocil Block Blast, Sensasi Viral yang Ternyata Jebakan Klik Berbahaya