Operasi militer Amerika Serikat di Venezuela tampaknya sudah mencapai titik akhir. Setidaknya, itulah kesan yang didapat dari pernyataan Menlu AS Marco Rubio. Menurutnya, aksi militer tak lagi diperlukan setelah Presiden Nicolas Maduro berhasil diamankan oleh pihak AS.
Informasi ini pertama kali mencuat dari percakapan telepon antara Rubio dengan Senator Mike Lee, seperti dilaporkan CBS News, Sabtu (3/1/2025) lalu. Lee kemudian membagikan inti pembicaraan itu di media sosial X.
"Dia memperkirakan tidak ada tindakan lebih lanjut di Venezuela sekarang setelah Maduro berada dalam tahanan AS,"
tulis Lee dalam cuitannya.
Senator itu juga menambahkan penjelasan Rubio soal tujuan operasi malam itu. Katanya,
"Aksi militer yang kita lihat malam ini dilakukan untuk melindungi dan menjaga mereka yang menjalankan surat perintah penangkapan."
Semuanya berlangsung cepat. Pada Sabtu dini hari waktu setempat, langit Caracas dan beberapa wilayah Venezuela lainnya tiba-tiba gemuruh. Serangan udara AS telah dilancarkan. Tak lama berselang, Presiden Donald Trump muncul dengan pengumuman yang menggemparkan: Nicolas Maduro telah ditangkap.
Melalui unggahan di Truth Social, platform media sosial miliknya, Trump dengan lugas menyatakan,
"Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya."
Latar belakang penangkapan ini sebenarnya sudah lama mengendap. Maduro sendiri telah didakwa oleh pengadilan AS sejak 2020 atas sejumlah tuduhan serius, mulai dari terorisme hingga perdagangan narkotika. Itu jadi dasar hukum yang selalu dipegang Washington.
Di sisi lain, langkah militer AS sebetulnya sudah bisa ditebak. Armada laut mereka telah mengepung perairan Venezuela sejak akhir tahun lalu. Waktu itu, alasan yang dikemukakan Trump adalah untuk memutus jaringan penyelundupan narkoba dan minyak yang kena sanksi. Kini, semua itu berujung pada satu titik: pengambilalihan kekuasaan di Caracas.
Artikel Terkait
Kapasitas Batu Bara Global Naik 3,5 Persen pada 2025, China dan India Jadi Motor Utama
Penjualan Semikonduktor Global Diproyeksikan Tembus Rp17.300 Triliun pada 2026, Didorong Lonjakan Pusat Data AI
Libur Idul Adha dan Hari Lahir Pancasila Dorong Lonjakan Penumpang KAI, Tembus 1,21 Juta Orang
Arsenal Ungguli PSG 1-0 di Babak Pertama Final Liga Champions 2026