“Pesawat meledak dan ada api. Kami dapat serpihan pesawat sudah berhamburan,” ujar Reski lagi.
Dia mengaku tak sempat mengabadikan momen itu. Guncangan dan kecepatan kejadian membuat mereka hanya bisa menyaksikan, jantung berdebar kencang. Setelah ledakan mereda, yang tersisa adalah keheningan yang mencekam dan bau menyengat di udara.
Dengan sisa tenaga dan masih dibayangi ketakutan, Reski dan Muslimin memunguti beberapa serpihan pesawat yang bertebaran. Mereka pun memutuskan untuk segera turun. Pendakian yang seharusnya berakhir bahagia, berubah menjadi misi untuk menyampaikan kabar buruk.
Perjalanan turun terasa jauh lebih panjang. Akhirnya, mereka tiba di kaki gunung, tepatnya di wilayah Kecamatan Balocci. Serpihan yang mereka bawa langsung diserahkan ke petugas di posko Gunung Bulusaraung. Dari sana, bukti fisik itu kemudian dibawa lebih lanjut ke Posko Operasi SAR di Desa Tompobulu. Dua saksi mata ini pulang dengan cerita yang tak mungkin mereka lupakan.
Artikel Terkait
Prabowo Jelaskan Strategi Diplomasi Palestina dalam Forum Board of Peace kepada Ulama
Malut United vs PSM Makassar Berebut Angka Krusial di BRI Liga 1
Remaja di Gowa Tembus Mata Peluru Jelly, Polisi Kejar Pelaku
Rem Blong Truk Kontainer Diduga Picu Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, 2 Tewas