Bagi yang rumahnya rusak berat, hunian sementara disiapkan. Ada juga yang sudah terima Dana Tunggu Hunian, sehingga bisa ngontrak atau tinggal dengan saudara dulu.
“Harapan saya, Menteri Sosial bisa menambahkan anggaran, baik dari pos bencana maupun non-bencana. Untuk PKH, peralatan rumah tangga. Kalau itu dibantu, akan cepat selesai,” kata Tito.
Namun begitu, kondisi Aceh dinilai lebih kompleks. Penanganannya butuh upaya ekstra karena banyak permukiman masih tertimbun lumpur. Fokus utama di sana adalah pembersihan material itu dan normalisasi muara sungai.
“Kunci utamanya pembersihan lumpur. Kalau sungai sudah dikerok, penanganan selanjutnya akan jauh lebih mudah,” jelasnya. Tito bahkan yakin, dengan tambahan pasukan dari TNI-Polri dan sekolah kedinasan, pekerjaan berat itu bisa rampung dalam dua minggu.
Rapat koordinasi itu sendiri dihadiri nyaris semua pejabat terkait. Tampak hadir sejumlah menko Pratikno, AHY, Djamari Chaniago, hingga Muhaimin Iskandar. Para menteri teknis seperti Menkes Budi Gunadi dan Mensos Saifullah Yusuf juga datang. Tak ketinggalan, tiga gubernur dari wilayah terdampak: Muzakir Manaf, Bobby Nasution, dan Mahyeldi Ansharullah. Semua duduk bersama, membahas langkah konkret ke depan.
Artikel Terkait
Video Pengeroyokan Picu Dua Laporan Hukum di SMKN 3 Berbak
ETLE Genggam Resmi Beraksi, Pelanggar Lalin Jakarta Waspada
Waspada! SnapTik Bisa Jadi Jebakan, Ini Tips Aman Download Video TikTok
Seohyun dan Taecyeon Bikin Penonton Tak Move On dari The First Night with the Duke