Matahari memanggang siang itu, tapi dermaga Kampung Kabare di Waigeo Utara, Raja Ampat, justru ramai. Warga berdatangan. Di ujung kayu yang menjorok ke laut, sebuah kapal besar bersandar dengan tenang. Di lambungnya, logo palang merah terpampang jelas. Itulah Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II, tongkang berukuran 900 meter persegi yang jadi tumpuan harapan bagi ribuan orang di sini.
Kapal ini adalah buah kolaborasi antara Yayasan Dokter Peduli (DoctorShare) dan PT Pertamina International Shipping. Dan hasilnya? Cukup mencengangkan. Hanya dalam dua bulan berlayar sejak pertengahan Juni lalu, sekitar 4.000 pasien di daerah terpencil sekitar Waigeo Utara sudah mendapat layanan kesehatan.
Menurut Tutuk Utomo, Managing Director DoctorShare, kekuatan kapal ini terletak pada tim medisnya.
"Kami didukung 35 tenaga medis tetap, mulai dari dokter umum, perawat, sampai apoteker," jelasnya.
Tak cuma itu, ada juga dokter spesialis relawan dari obgyn sampai penyakit dalam yang bergantian turun setiap pekan untuk memberi pelayanan yang lebih komprehensif.
Artikel Terkait
Investasi Jawa Barat Tembus Rp 296,8 Triliun, Lampaui Target di 2025
Jejak Digital Fufufafa dan Chilipari: Benang Merah yang Mengarah ke Gibran?
Demokrasi di Ujung Tangan: Ketika Suara Rakyat Hanya Ditakar dari Beras dan Minyak
Lamongan Diperpanjang Status Tanggap Darurat, Genangan Air Belum Surut di Enam Kecamatan