Matahari memanggang siang itu, tapi dermaga Kampung Kabare di Waigeo Utara, Raja Ampat, justru ramai. Warga berdatangan. Di ujung kayu yang menjorok ke laut, sebuah kapal besar bersandar dengan tenang. Di lambungnya, logo palang merah terpampang jelas. Itulah Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II, tongkang berukuran 900 meter persegi yang jadi tumpuan harapan bagi ribuan orang di sini.
Kapal ini adalah buah kolaborasi antara Yayasan Dokter Peduli (DoctorShare) dan PT Pertamina International Shipping. Dan hasilnya? Cukup mencengangkan. Hanya dalam dua bulan berlayar sejak pertengahan Juni lalu, sekitar 4.000 pasien di daerah terpencil sekitar Waigeo Utara sudah mendapat layanan kesehatan.
Menurut Tutuk Utomo, Managing Director DoctorShare, kekuatan kapal ini terletak pada tim medisnya.
"Kami didukung 35 tenaga medis tetap, mulai dari dokter umum, perawat, sampai apoteker," jelasnya.
Tak cuma itu, ada juga dokter spesialis relawan dari obgyn sampai penyakit dalam yang bergantian turun setiap pekan untuk memberi pelayanan yang lebih komprehensif.
Soal fasilitas, RSK Nusa Waluya II nyaris seperti rumah sakit darat. Bayangkan saja, ada ruang rawat inap untuk 21 pasien, ruang bersalin dan nifas, bahkan ruang operasi. Instalasi gawat darurat, poli gigi, poli spesialis, apotek, laboratorium, radiologi, hingga bank darah tersedia di dalam kapal ini. Lengkap banget.
Di sisi lain, kerja sama ini bukan tanpa alasan yang mendalam. Alih Istik Wahyuni, Manajer CSR PT PIS, bilang kolaborasi dengan DoctorShare muncul karena kesamaan ranah, yaitu dunia maritim.
"Ini juga sejalan dengan pilar CSR kami yang fokus pada kesehatan, lingkungan, dan pendidikan," ujar Alih.
Kolaborasi mereka sebenarnya sudah dirintis sejak 2023 lewat bantuan medis di Seget, Papua Barat Daya. Karena program itu dinilai sukses, maka dilanjutkanlah dengan menghadirkan RSK ini ke Waigeo Utara daerah yang masuk kategori 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Kehadiran kapal ini seperti jawaban atas sulitnya akses kesehatan di ujung negeri.
Artikel Terkait
IHSG Melemah Tipis ke 7.621, Tekanan Jual Masih Membayangi
Mentan: Swasembada Pangan Hanya Mungkin dengan Sinergi Pusat-Daerah
PN Jakarta Pusat Tolak Eksepsi Mardiono, Perkara Muktamar PPP Lanjut ke Pemeriksaan Bukti
Kejagung Ungkap Pemberi Suap Rp1,5 Miliar untuk Ketua Ombudsman Hery Susanto