Di tengah maraknya praktik korupsi di Indonesia, suara dari kalangan pesantren ikut angkat bicara. KH. Syukron Makmun, pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman yang kerap dijuluki Singa Podium, menyoroti perlawanan keras yang dihadapi Presiden Prabowo Subianto saat serius ingin memberantasnya. Menurutnya, hal itu wajar terjadi.
“Saya punya keyakinan, bahwa Prabowo itu benar-benar mau memperbaiki Indonesia. Indonesianya sudah terlalu hancur,”
Pesan itu disampaikan Syukron dalam sebuah obrolan dengan tokoh muslim dan pengusaha, Mohammad Jusuf Hamka atau Babah Alun. Percakapan mereka terekam dan beredar di media sosial.
Dia menggambarkan upaya pemberantasan korupsi itu seperti menabrak gunung karang. Kekuatannya besar dan keras. Setiap kali ada langkah maju, selalu saja terbentur. Contohnya, saat ada upaya mengungkap dugaan korupsi di Pertamina. Atau ketika pemerintah berusaha menumpas judi online. Tantangannya luar biasa.
Namun begitu, tantangan sebesar apapun tak boleh membuat patah semangat. Kiai Syukron menegaskan, jika Prabowo mundur, dampaknya akan fatal.
“Kalau Prabowo mundur, maka Indonesia akan hancur,”
katanya dengan tegas.
Momentum saat ini, di mata sang kiai, adalah kesempatan emas yang tak boleh disia-siakan. Sebuah momentum bersejarah untuk membenahi negeri.
“Tolong sampaikan pesan Pak Syukron, tolong jangan mundur. Karena ini suatu kesempatan, cuma periode inilah kesempatannya. Sekarang itu, to be or not to be,”
pesannya lagi. Intinya, sekarang atau tidak sama sekali.
Di sisi lain, dia memastikan adanya dukungan moral. Ulama dan habaib, katanya, siap berdiri di belakang Presiden.
“InsyaAllah, saya seperti forum ulama dan habaib itu, berdiri di belakang Pak Prabowo. Cuman jangan mundur, cari yang seperti Pak Prabowo itu susah. Nyalinya gede, kemauannya besar,”
dukungnya.
Pesan penutupnya sederhana namun penuh keyakinan. Sebuah dorongan untuk terus maju meski jalan terjal.
“Pak, jangan putus asa bertabrakan dengan gunung karang. Pasti rakyat membela Pak Prabowo.”
Artikel Terkait
Ibu Laporkan Perawat RSHS Bandung atas Dugaan Percobaan Penculikan Bayi
Kejati Sulsel Periksa Mantan Pimpinan DPRD Terkait Korupsi Bibit Nanas Rp60 Miliar
Pria di Bandung Barat Tewas Ditikam Teman Sekontrakan Usai Dituduh Mencuri
Nelayan Temukan Sabu Lebih dari Satu Kilogram di Pantai Pangkep