Selasa, 3 Maret 2026, langit Indonesia akan menyajikan sebuah tontonan langit yang memukau: Gerhana Bulan Total. Yang menarik, momen ini bertepatan dengan tanggal 13 Ramadan 1447 Hijriah. Kabar baiknya, fenomena ini bisa disaksikan dari Sabang sampai Merauke, meski waktunya tentu berbeda-beda di setiap daerah.
Menyambut peristiwa alam ini, Kementerian Agama RI punya ajakan khusus. Umat Islam diimbau untuk melaksanakan Salat Gerhana Bulan atau Salat Khusuf. Ini bukan sekadar ritual, tapi lebih sebagai bentuk ibadah dan momen untuk merenungi kebesaran Allah SWT. Jadi, selain menikmati keindahannya, kita juga diajak untuk mengambil hikmah spiritual.
Nah, biar nggak kelewatan, berikut ini rundungan waktu gerhana dan pelaksanaan salatnya, lengkap dengan tata cara serta bacaannya.
Kapan Gerhana Bulan Total Terjadi?
Menurut rilis resmi BMKG yang dikeluarkan tanggal 3 Maret 2026, proses gerhana bakal dimulai pukul 18.03.56 WIB. Puncak utamanya terjadi pada 18.33.39 WIB. Bagi yang di zona WITA, puncaknya jam 19.33.39, sementara di WIT pukul 20.33.39.
Fachri Radjab, Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, memberi penjelasan lebih lanjut. Menurutnya, gerhana baru benar-benar berakhir sekitar pukul 21.24 WIB, saat Bulan sepenuhnya keluar dari bayangan penumbra Bumi. Kalau dihitung dari awal sampai akhir, durasinya cukup panjang, lebih dari lima jam.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Salat Khusuf?
Kementerian Agama, melalui Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat, mengimbau umat Islam untuk melaksanakan salat gerhana di wilayah masing-masing saat fenomena itu sedang berlangsung. Intinya, salat dilaksanakan sesuai waktu kejadian gerhana di daerah kamu.
Berdasarkan data astronomi dari Kemenag, begini perkiraan waktunya berdasarkan wilayah:
- Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua Mulai: 17.49 WITA / 18.49 WIT (Kontak Umbra I) Berakhir: 21.17 WITA / 22.17 WIT
- Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan sebagian Kalimantan Mulai: 18.03 WIB / 19.03 WITA Berakhir: 20.17 WIB / 21.17 WITA
- Sebagian Sumatra dan Jawa bagian barat Bulan akan terlihat saat sudah dalam fase puncak gerhana. Berakhir sekitar: 20.17 WIB
Selain itu, Kemenag juga meminta jajaran di daerah, para tokoh agama, dan pengurus masjid untuk memfasilitasi salat berjamaah. Imbauannya, perbanyaklah zikir, doa, dan sedekah selama gerhana berlangsung.
Niat dan Cara Pelaksanaannya
Hukum salat khusuf ini adalah sunah muakkadah, alias sangat dianjurkan. Seperti dijelaskan Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain, tata caranya mirip dengan salat sunah biasa. Hanya saja, ada perbedaan pada jumlah rukuk di tiap rakaatnya.
Ini bacaan niatnya:
- Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى
- Latin: Ushallî sunnatal khusûf rak'ataini lillâhi ta'âlâ.
- Artinya: Saya niat salat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT.
Untuk tata cara tingkat pertengahan, bisa mengikuti urutan ini:
- Lafalkan niat bersamaan dengan takbiratul ihram.
- Baca doa iftitah.
- Lanjutkan dengan taawudz dan Surat Al-Fatihah.
- Baca surat Al-Qur'an lainnya dengan suara yang lantang.
- Rukuk pertama, usahakan agak lama.
- Iktidal.
- Baca Al-Fatihah lagi.
- Kemudian baca surat yang lebih pendek dari bacaan pertama tadi.
- Rukuk kedua, durasinya lebih singkat dari yang pertama.
- Iktidal kembali.
- Lakukan sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
Setelah itu, lanjutkan ke rakaat kedua dengan urutan yang sama. Terakhir, tutup dengan tasyahud akhir dan salam.
Artikel Terkait
Jembatan Peninggalan Belanda di Klaten Hidup Kembali Setelah 13 Tahun
Karnaval Paskah Semarakkan Semarang, Kibarkan Bendera Raksasa dan Semangat Kebersamaan
Pertamina Patra Niaga Raih Empat Penghargaan Indonesia WOW Brand 2026
Presiden Prabowo Tandatangani Perpres Pengelolaan Kesehatan Terpadu