Bahlil Lahadalia Kenang Try Sutrisno sebagai Tokoh Tegas tapi Mau Mendengar

- Senin, 02 Maret 2026 | 15:15 WIB
Bahlil Lahadalia Kenang Try Sutrisno sebagai Tokoh Tegas tapi Mau Mendengar

Langit Jakarta pagi itu terasa lebih kelabu. Di Masjid Agung Sunda Kelapa, kerumunan pelayat berkumpul untuk mengantarkan kepergian Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno. Di antara mereka, terlihat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turut hadir dalam prosesi salat jenazah dan pemakaman. Bagi Bahlil, kepergian Try adalah kehilangan besar bagi bangsa.

"Hari ini kita kehilangan salah satu putra terbaik bangsa, Jenderal Try Sutrisno," ujar Bahlil, suaranya terdengar lirih namun jelas di area masjid.

Ia melanjutkan, "Kita tahu bahwa almarhum dalam semasa hidupnya melakukan pengabdian kepada bangsa dan negara. Kontribusinya nyata, mulai dari menjadi Panglima ABRI hingga menduduki posisi wakil presiden."

Bahlil tak hanya mengenangnya sebagai tokoh negara. Ada kenangan personal yang tersimpan. Menurutnya, Try Sutrisno adalah sosok yang bisa diajak berdiskusi, bahkan saat Bahlil masih aktif sebagai mahasiswa dulu.

"Dalam catatan kami, banyak diskusi sejarah semasa mahasiswa, kenal sama almarhum," kenangnya.

"Beliau adalah tokoh yang sangat tegas, berwibawa. Namun di balik itu, beliau juga mau mendengar."

Try Sutrisno menghembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, tepat pada pukul 06.58 WIB. Usianya genap 90 tahun. Perjalanan terakhirnya berakhir di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan, sebagai bentuk penghormatan tertinggi negara atas segala jasanya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar