Langit Jakarta pagi itu terasa lebih kelabu. Di Masjid Agung Sunda Kelapa, kerumunan pelayat berkumpul untuk mengantarkan kepergian Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno. Di antara mereka, terlihat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turut hadir dalam prosesi salat jenazah dan pemakaman. Bagi Bahlil, kepergian Try adalah kehilangan besar bagi bangsa.
"Hari ini kita kehilangan salah satu putra terbaik bangsa, Jenderal Try Sutrisno," ujar Bahlil, suaranya terdengar lirih namun jelas di area masjid.
Ia melanjutkan, "Kita tahu bahwa almarhum dalam semasa hidupnya melakukan pengabdian kepada bangsa dan negara. Kontribusinya nyata, mulai dari menjadi Panglima ABRI hingga menduduki posisi wakil presiden."
Bahlil tak hanya mengenangnya sebagai tokoh negara. Ada kenangan personal yang tersimpan. Menurutnya, Try Sutrisno adalah sosok yang bisa diajak berdiskusi, bahkan saat Bahlil masih aktif sebagai mahasiswa dulu.
"Dalam catatan kami, banyak diskusi sejarah semasa mahasiswa, kenal sama almarhum," kenangnya.
"Beliau adalah tokoh yang sangat tegas, berwibawa. Namun di balik itu, beliau juga mau mendengar."
Try Sutrisno menghembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, tepat pada pukul 06.58 WIB. Usianya genap 90 tahun. Perjalanan terakhirnya berakhir di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan, sebagai bentuk penghormatan tertinggi negara atas segala jasanya.
Artikel Terkait
Karnaval Paskah Semarakkan Semarang, Kibarkan Bendera Raksasa dan Semangat Kebersamaan
Pertamina Patra Niaga Raih Empat Penghargaan Indonesia WOW Brand 2026
Presiden Prabowo Tandatangani Perpres Pengelolaan Kesehatan Terpadu
Kapolsek Cileungsi Menyamar Jadi Satpam dan Ustaz, 1.000 Butir Obat Keras Disita