Saham Boy Thohir (AADI, ADMR, ADRO) Meledak: Target Harga Baru dan Proyeksi Dividen 16% yang Bikin Investor Tergoda

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 11:05 WIB
Saham Boy Thohir (AADI, ADMR, ADRO) Meledak: Target Harga Baru dan Proyeksi Dividen 16% yang Bikin Investor Tergoda

Saham Boy Thohir (AADI, ADMR, ADRO) Menguat: Analisis Prospek dan Rekomendasi

Tiga saham milik konglomerat Garibaldi 'Boy' Thohir kembali menunjukkan kinerja positif pada perdagangan Kamis (30/10/2025). Kenaikan saham AADI, ADMR, dan ADRO ini didorong sentimen positif dari hasil riset sejumlah sekuritas yang menyoroti prospek cerah emiten tersebut.

Performa Saham Boy Thohir Terkini

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menguat 1,03% ke level Rp1.955 per unit, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 0,33% menjadi Rp1.500 per unit, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melonjak 3,29% ke Rp8.625 per unit. Dalam sepekan terakhir, ketiganya mencatat performa impresif dengan ADRO naik 9,22%, ADMR melesat 12,36%, dan AADI menanjak 8,54%.

Prospek dan Analisis Saham ADRO

UBS Global Research menaikkan target harga saham ADRO sebesar 49% dari Rp2.220 menjadi Rp3.300 per unit. UBS menilai pasar belum sepenuhnya menghargai potensi besar proyek smelter aluminium dan ekspansi pembangkit listrik tenaga surya milik Adaro. ADRO kini dimasukkan ke dalam UBS APAC Key Call List sebagai saham pilihan unggulan di kawasan Asia-Pasifik.

UBS memperkirakan laba per saham (EPS) Adaro akan tumbuh dengan rata-rata tahunan (CAGR) sebesar 27% pada periode 2025–2028, seiring kontribusi meningkat dari proyek hilirisasi dan energi terbarukan. Sebelumnya, UOB Kay Hian juga menaikkan rekomendasi saham ADRO dari hold menjadi buy dengan proyeksi kenaikan laba bersih 19% pada 2026.

Analis UOB Kay Hian, Benyamin Mikael, menyebut prospek positif didukung faktor pendorong seperti harga batu bara metalurgi yang stabil, peningkatan volume penjualan, serta dimulainya proyek aluminium perusahaan. Kemajuan proyek energi terbarukan ADRO terutama proyek PLTA Mentarang di Kalimantan Utara dinilai berpotensi menjadi katalis penting pada 2026.

Prospek Dividen dan Harga Batu Bara untuk AADI

UOB Kay Hian menyoroti prospek positif AADI dengan fokus pada imbal hasil dividen yang tinggi dan siklus harga batu bara yang menguntungkan. Dalam riset terbaru, UOB Kay Hian memperkirakan dividen yield AADI dapat mencapai 12–16% seiring perusahaan memasuki fase generatif kas setelah pelunasan utang.

Belanja modal besar akan berakhir tahun ini, dan ke depan hanya difokuskan pada pemeliharaan senilai USD220-USD250 juta per tahun. Kondisi ini diperkirakan meningkatkan arus kas bebas dan mendukung pembayaran dividen yang stabil. AADI yang merupakan hasil spin-off dari ADRO juga tengah menjalankan program pembelian kembali saham hingga RUPS 2026.

Dari sisi pasar, UOB Kay Hian mencatat musim dingin berpotensi mengangkat harga batu bara global. Secara historis, harga Newcastle 6.000 rata-rata naik 72% dari kuartal pertama ke kuartal keempat dalam periode 2021–2024. Pola musiman ini memberi angin segar bagi produsen seperti AADI, yang 75% volume penjualannya berasal dari ekspor.

UOB menetapkan rekomendasi beli untuk saham AADI dengan target harga Rp13.000 per unit.

Proyeksi Harga Batu Bara Metalurgi dan Kinerja ADMR

Ajaib Sekuritas memperkirakan harga batu bara metalurgi global masih akan bertahan tinggi hingga 2027, dengan rata-rata sekitar USD200 per ton pada 2026. Kenaikan ini didorong meningkatnya permintaan dari India dan Asia Tenggara di tengah pasokan global yang ketat.

Produksi baja India diperkirakan melonjak dari 143 juta ton pada 2024 menjadi lebih dari 180 juta ton pada 2027, mendorong impor batu bara metalurgi naik 10–12% per tahun. Australia pemasok utama lebih dari 50% batu bara metalurgi dunia masih menghadapi penutupan tambang dan gangguan cuaca, sementara ekspor Rusia terbatas oleh sanksi.

Untuk ADMR, kinerja semester pertama 2025 masih solid secara operasional dengan produksi batu bara naik 16% menjadi 3,47 juta ton. Meski pendapatan turun 27% menjadi USD444 juta akibat harga jual yang lebih rendah, posisi kas tetap kuat di USD530 juta.

Ajaib Sekuritas juga menyoroti kemajuan proyek smelter aluminium ADMR di Kawasan Industri Kalimantan Utara (KIPI). Fase pertama berkapasitas 500 ribu ton per tahun tengah dibangun dengan tenaga batu bara, sementara fase kedua yang menggunakan tenaga hidro ditargetkan beroperasi pada awal 2031.

Risiko utama untuk ADMR mencakup fluktuasi harga batu bara metalurgi, risiko proyek smelter, serta perubahan permintaan baja di China dan India.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar