Dari sisi lapangan, kehadiran pabrik ini diyakini bakal memicu efek berantai. Chairman CNGR Group, Deng Wei Ming, memperkirakan operasional penuh bisa menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja, langsung maupun tidak langsung.
“Kami berkomitmen penuh pada standar lingkungan, teknologi produksi bersih, dan prinsip pembangunan berkelanjutan,” tegas Deng Wei Ming.
Di sisi lain, KEK Setangga sebagai lokasinya pun menunjukkan perkembangan pesat. Hingga kuartal ketiga 2025, realisasi investasi di kawasan itu sudah menembus Rp4,7 triliun dengan lebih dari 3.000 tenaga kerja terserap. Kehadiran ABEB tentu akan menambah deret multiplier effect, mulai dari ekspor, industri pendukung, hingga jasa logistik.
Ambisi jangka panjang kawasan ini memang besar. Ditargetkan menjadi pusat industri di wilayah tengah Indonesia, KEK Setangga mencatat rencana investasi hingga Rp67,69 triliun dengan potensi serapan tenaga kerja mencapai 78 ribu orang pada 2053.
Dengan langkah ini, posisi Haji Isam dalam peta hilirisasi nasional semakin tak terbantahkan. Di tengah transisi energi global dan fokus pemerintah pada industri strategis, bisnisnya kian relevan. Dan pengaruhnya, tampaknya, akan terus menguat.
Artikel Terkait
Di Tengah Duka, Ibrahim Raih 94 Persen di Ujian SMA Gaza
Kapal Rumah Sakit Nusa Waluya II: Jawaban Bagi Ribuan Warga Terpencil Raja Ampat
Tes Kemampuan Akademik 2026: Bukan Penentu Kelulusan, tapi Peta Mutu Pendidikan
ASN Indramayu Ditahan Usai Bantuan Pendidikan Rp1,4 Miliar Dikorupsi