Dorongan Hilirisasi, Bisnis Haji Isam Merambah ke Industri Baterai
Di era pemerintahan Prabowo Subianto, gaung hilirisasi industri terdengar kian kencang. Salah satu yang merespons adalah pengusaha Kalimantan Selatan, Haji Isam. Melalui Jhonlin Group, jaringan bisnisnya kini masuk lebih dalam ke sektor strategis: industri baterai berbasis nikel, jantung dari kendaraan listrik dan energi masa depan.
Peresmian pabrik di Kawasan Ekonomi Khusus Setangga, Tanah Bumbu, pertengahan Januari lalu, menjadi penanda konkretnya. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang hadir meresmikan fasilitas milik PT Anugerah Barokah Energi Baru (ABEB) itu.
“Kehadiran industri pengolahan mineral bernilai tambah seperti ini dampaknya luas,” ujar Sjafrie dalam sambutannya.
Ia menilai, langkah ini tak cuma soal ekonomi. Menurutnya, hilirisasi yang dijalankan secara transparan bakal memperkuat penguasaan teknologi strategis bangsa, termasuk untuk kepentingan pertahanan.
PT ABEB sendiri merupakan buah kerjasama antara Jhonlin Group dan CNGR Group. Pabrik ini fokus memproduksi Ternary Precursor berbasis nikel bahan kunci untuk baterai lithium. Target kapasitasnya mencapai 20 ribu ton per tahun, sebuah langkah signifikan menuju kemandirian industri nasional di tengah lonjakan kebutuhan global akan baterai.
Artikel Terkait
Di Tengah Duka, Ibrahim Raih 94 Persen di Ujian SMA Gaza
Kapal Rumah Sakit Nusa Waluya II: Jawaban Bagi Ribuan Warga Terpencil Raja Ampat
Tes Kemampuan Akademik 2026: Bukan Penentu Kelulusan, tapi Peta Mutu Pendidikan
ASN Indramayu Ditahan Usai Bantuan Pendidikan Rp1,4 Miliar Dikorupsi