Di tengah gempuran perumahan baru di Sleman, Yogyakarta, Candi Palgading masih bertahan. Situs kuno ini ibarat penanda waktu yang nyaris tenggelam oleh deru pembangunan. Padahal, di situlah sejarah Mataram Kuno sesungguhnya bersemayam.
Lokasinya ada di Dusun Palgading, Kalurahan Sinduharjo. Menariknya, candi ini justru terkuak pada 2007, bukan oleh para arkeolog, melainkan saat penggalian untuk proyek perumahan. Dari dalam tanah muncul struktur bata dan batu andesit yang khas sebuah bangunan Hindu dari sekitar abad ke-9 Masehi, era keemasan Mataram Kuno di Jawa bagian selatan.
Namun begitu, tantangannya nyata. Kawasan hunian di sekelilingnya makin padat. Bagaimana menjaga batas aman situs agar tak terganggu aktivitas konstruksi? Itu jadi pekerjaan rumah yang tak mudah. Pemantauan rutin terus dilakukan, tentu saja, untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.
Arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta, Sutarto, punya pandangan menarik tentang hal ini.
“Penemuan Candi Palgading mengingatkan kita bahwa sejarah sering kali tersembunyi di bawah ruang hidup masyarakat saat ini,” ujarnya.
Artikel Terkait
Anjir Jadi Bumbu Wajib: Ketika Makian Kehilangan Taring di Mulut Kaum Muda
Kemenangan Publik: Ijazah Jokowi Tak Lagi Jadi Dokumen Rahasia
Menteri Kesehatan: Stigma, Tantangan Terbesar Pengentasan Kusta di Indonesia
Pemulihan Pascabanjir Sumut Butuh Rp69,47 Triliun, Empat Kali Lipat Kerugian