Nah, untuk mengatasi semua ini, Tito menekankan satu hal: perang melawan lumpur. Terutama di dataran rendah seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Pembersihan harus dipercepat.
Namun begitu, tantangan lain yang tak kalah pelik adalah ekonomi. Inflasi di Aceh melonjak signifikan, menempati urutan tertinggi di Sumatera.
Pada akhirnya, pemulihan infrastruktur fisik saja tidak cukup. Kebangkitan ekonomi dan pemulihan daya beli masyarakat menjadi kunci utama. Itulah yang akan membuat pengungsi mau dan mampu kembali ke rumah mereka, memulai hidup lagi.
Jelas, jalan menuju normal masih panjang. Butuh sinergi yang solid dan kerja tanpa lelah dari semua pihak.
Artikel Terkait
Model CIBEST dari Indonesia Jadi Perbincangan Hangat di Brunei
Kemenkes Bekukan Program Spesialis Mata RSUP Hoesin Usai Terungkap Iuran Paksa Rp 15 Juta per Bulan
Purbaya Ancang-ancang Hantam Rokok Ilegal, Aturan Cukai Baru Segera Diteken
Bayi Dijual Rp 25 Juta, Bidan Jadi Otak Sindikat Perdagangan Bayi di Medan