Antam Bantah Ledakan di Tambang Pongkor, Asap Tebal Ternyata dari Kayu Terbakar

- Kamis, 15 Januari 2026 | 00:00 WIB
Antam Bantah Ledakan di Tambang Pongkor, Asap Tebal Ternyata dari Kayu Terbakar

Asap tebal membubung dari area tambang emas Antam di Bogor, memicu kekhawatiran warga. Kabar yang beredar menyebut ada ledakan hebat, bahkan ratusan karyawan dikabarkan terjebak di dalam. Suasana sempat mencekam.

Namun, pihak perusahaan punya penjelasan lain. Menurut mereka, tidak ada ledakan sama sekali.

“Perusahaan Antam menegaskan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan dan kebocoran gas berbahaya,” tegas General Manager PT Antam UBPE Pongkor, Nilus Rahmat, Rabu (14/1/2016).

Dia juga membantah keras isu tentang korban terjebak. “Serta tidak ada karyawan Antam yang terjebak di dalam area tambang. Antam meluruskan bahwa tidak ada korban terjebak sebanyak 700 jiwa,” lanjutnya.

Angka 700 itu, menurut Nilus, kemungkinan besar berasal dari kesalahpahaman. “Mungkin angka tersebut merujuk pada nama salah satu portal yang sudah tidak kami pergunakan lagi untuk kegiatan operasi penambangan, yaitu namanya portal level 700,” imbuhnya.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Asap pekat itu diduga muncul karena kayu penyangga di dalam lubang tambang terbakar. Kejadiannya pada Selasa dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB.

“Video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis berupa asap di area tambang bawah tanah di level 600,” jelas Nilus. Sumbernya diduga dari kayu stapling atau penyangga yang terbakar.

Akibatnya, kondisi di dalam tambang langsung berubah jadi berbahaya. Kadar karbonmonoksida (CO) melonjak drastis, jauh melewati ambang batas aman.

“Pada saat kejadian nilai ukur itu bisa mencapai 1.200 PPN, sedangkan batas amannya hanya 25 PPN,” ujar Nilus. “Pada kondisi tersebut sangat berbahaya apabila terpapar.”

Menyikapi hal itu, prosedur keselamatan langsung dijalankan. Operasi dihentikan sementara, sistem ventilasi diatur ulang, dan area kerja diisolasi. Tujuannya jelas: melindungi para pekerja dari paparan gas beracun.

Sampai sekarang, proses penanganan masih berlangsung. Tim masih menunggu kondisi udara membaik sebelum bisa masuk dan mencari sumber asapnya.

“Kita menunggu, nanti setelah cukup aman kita akan masuk dan lakukan upaya pembersihan,” kata Nilus menjelaskan situasi terakhir. Titik api yang jadi sumber masalah pun belum juga ditemukan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar