Di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidatonya. Acara itu digelar Sabtu (18/4/2026) untuk memperingati 71 tahun Konferensi Asia Afrika. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti dua peristiwa yang mengguncang panggung global.
Megawati secara khusus menyebut soal Venezuela dan serangan Amerika Serikat serta Israel terhadap Iran. Menurutnya, situasi seperti inilah yang membuat tatanan internasional goyah.
"Ketika dunia saat ini dihadapkan pada persoalan di Venezuela melalui penculikan Presiden Maduro, dan serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran, maka sistem internasional goncang," ujarnya.
Di titik itulah, ia menegaskan, semangat Dasa Sila Bandung kembali menemukan relevansinya. Gagasan itu disebutnya sebagai diskursus penting untuk melindungi kedaulatan bangsa-bangsa merdeka dari campur tangan asing.
"Dunia kini memerlukan pemikiran alternatif, tentang bagaimana perdamaian dunia diwujudkan," tambah Megawati.
Tak sekadar berhenti di situ, ia lantas menggaungkan kembali seruan "To Build The World A New". Bagi Megawati, semangat KAA dan Gerakan Non-Blok, yang dirajut dalam pidato legendaris Bung Karno itu, menawarkan jawaban. Jawaban atas pentingnya kesetaraan antar bangsa dan upaya membangun persatuan untuk mengikis habis pengaruh neo-kolonialisme dan imperialisme.
Ia mengaku konsisten menyuarakan hal ini di berbagai forum internasional. Dari Slovenia, Tiongkok, Korea Selatan, hingga Rusia, atau saat menerima kunjungan duta besar negara sahabat.
"Dalam berbagai kesempatan menjadi keynote speaker di Slovenia, Tiongkok, Korea Selatan, Rusia, dan ketika menerima kunjungan kehormatan para duta besar dari negara-negara sahabat, saya selalu menekankan relevansi pemikiran geopolitik Bung Karno di dalam menjawab pertarungan hegemoni saat ini," paparnya.
Megawati melihat semua itu bukan sekadar warisan sejarah. Lebih dari itu, ia menyebutnya sebagai jawaban yang genuine dari Sang Proklamator.
"Bahkan mutiara pemikiran dalam KAA, GNB, pidato To Build The World A New adalah jawaban genuine dari Bung Karno yang selalu menegaskan thesis utamanya: bahwa dunia akan damai apabila terbebas dari imperialisme dan kolonialisme," tegas Megawati.
Thesis utama Bung Karno, yang ia singgung, sederhana namun mendasar: dunia seharusnya tidak lagi dibeda-bedakan berdasarkan ideologi, sistem pemerintahan, atau bentuk demokrasi yang dianut masing-masing negara. Itulah pondasi untuk membangun dunia yang benar-benar baru.
Artikel Terkait
BRIDA Kaltim Kembangkan Model Insentif untuk Tarik Dokter Spesialis ke Daerah Terpencil
BPMP Kepri Gelar Forum Publik untuk Tingkatkan Mutu dan Inklusivitas Layanan Pendidikan
Gubernur DKI Perintahkan Tindakan Tegas untuk Dalang Tawuran Petamburan
BNPB: Lahan Terbakar di Kalteng Capai 380 Hektare pada 2026