Angka yang muncul dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini cukup mengejutkan. Sepanjang 2025, program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru memicu keracunan pada ribuan anak. Tercatat, korban mencapai 12.658 anak, tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Wakil Ketua KPAI Jasra Putra membeberkan data itu dalam Laporan Akhir Tahun di Jakarta, Kamis lalu. Menurutnya, data ini dihimpun dari pemantauan media sepanjang tahun.
"Berdasarkan monitoring media, sepanjang tahun 2025 tercatat 12.658 anak mengalami kasus keracunan MBG di 38 provinsi," jelas Jasra.
Kalau dirinci, Jawa Barat jadi provinsi dengan korban terbanyak: 4.877 anak. Disusul Jawa Tengah dengan 1.961 anak, dan Daerah Istimewa Yogyakarta di mana 1.517 anak dilaporkan mengalami hal serupa.
Di sisi lain, keluhan anak-anak sebenarnya sudah lama terdengar. KPAI sendiri melakukan survei terhadap 1.600 siswa, dari tingkat SD sampai SMA. Hasilnya? Hampir 90 persen mengeluhkan soal rasa makanan yang diberikan.
"Dari 1.600 survei yang diisi oleh anak-anak SD, SMP, SMA, memang temuan yang paling banyak disampaikan atau keluhan yang paling banyak disampaikan oleh anak-anak adalah soal rasa. Itu hampir 90 persen mereka mengeluhkan soal rasa," ucap Jasra.
Artikel Terkait
Tito Karnavian: Kami Butuh Ribuan Personel Lagi untuk Bangkitkan Aceh
Mediasi Berlarut, Guru SMK di Jambi Absen untuk Kedua Kalinya
101 Atlet SEA Games 2025 Siap Berlabuh di Institusi Polri
Kapolda Riau Serukan Natal sebagai Titik Balik Pelestarian Lingkungan