Usai salat subuh di Balai Kota, Gubernur Jakarta Pramono Anung mendapat sebuah saran dari Kiai Zawawi. Dari situlah, gagasan itu muncul.
Pramono berniat menggelar haul tahunan untuk para ulama Betawi. Ini bentuk penghormatan, katanya, pada mereka yang telah berjasa membangun budaya dan adat istiadat Ibu Kota di masa lalu.
“Saya sudah menegaskan, sudah waktunya pemerintah DKI Jakarta bersama dengan Majelis Kaum Betawi mengadakan haul untuk ulama-ulama Betawi yang berjasa bagi pembangunan budaya, adat istiadat bagi Jakarta,” ujar Pramono.
Pernyataan itu disampaikannya saat buka puasa bersama di Masjid Tangkuban Parahu, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Rencananya, acara ini bakal digelar tiap tahun. Lokasinya? Pramono punya usul. “Saya akan gagas diadakan setiap bulan Juni, diadakan di Monas. Nanti tuan rumahnya jangan kita semua, tetapi secara resmi tuan rumahnya adalah pemerintah DKI Jakarta,” jelasnya.
Dia tampak optimis. Menurutnya, gelaran semacam ini akan membawa berkah. Tak cuma itu, Pramono juga menyelipkan ide lain.
Dia ingin ada ‘Betawi Night’ untuk menyambut tamu negara. “Saya meyakini kalau ini terus-menerus kita adakan, apakah Betawi Night dalam rangka menyambut tamu negara siapa pun, pasti Betawi ini juga akan menjadi kebanggaan bagi kita semua,” katanya.
Jadi, selain haul, ada juga wacana untuk memamerkan kekayaan budaya Betawi di tingkat internasional. Semua masih rencana, tentu saja. Tapi niatnya sudah jelas: mengangkat dan menghormati warisan lokal yang selama ini mungkin kurang mendapat panggung.
Artikel Terkait
Remaja 14 Tahun di Palmerah Jadi Korban Pencabulan Pemuda 18 Tahun, Terungkap dari Dompet di Kamar Korban
Kiai dan Akademisi Solo Raya Gelar Halaqah Jelang Muktamar NU ke-35, Soroti Peran Moral Ulama
Gubernur Sumsel Herman Deru Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden atas Program Rehabilitasi Mangrove
Wakil MPR: Empat Pilar Kebangsaan Miliki Dimensi Ekologis yang Sering Terabaikan