Kalau kamu naik KRL lewat jalur Cikini ke Jayakarta akhir-akhir ini, pasti merasakan sesuatu yang beda. Suasananya jadi lain. Stasiun-stasiun di sepanjang rute itu kini dihiasi warna-warna cerah yang nggak cuma sekadar hiasan. Mereka mengubah mood, setidaknya itu yang dirasakan banyak penumpang yang setiap hari bergantung pada kereta ini.
Setiap stasiun punya ciri khasnya sendiri. Ambil contoh Stasiun Cikini dengan nuansa cokelatnya yang hangat. Lalu, bergeser ke Gondangdia yang diselimuti kuning cerah, bikin suasana jadi lebih terang. Juanda menghadirkan ketenangan biru langit, sementara Sawah Besar punya kesan lembut dengan ungu mudanya.
Nah, yang bikin semangat mungkin Mangga Besar. Warna oranyenya begitu enerjik. Dan ujung rute, Jayakarta, ditutup dengan pink fanta yang mencolok dan ceria.
Efeknya ternyata nyata. Feby, seorang penumpang berusia 18 tahun yang kutemui di Gondangdia, mengaku suasana hatinya langsung membaik melihat palet warna ini.
"Mood lebih bagus sih. Aku tipe orang yang kalo ngeliat warna lebih cerah jadi kaya 'ih warnanya bagus'. Jadi pemandangannya jadi enak dilihat gitu," ujarnya.
Feby tertarik banget buat foto-foto di Stasiun Juanda karena biru lautnya yang ia sukai. Tapi, ada satu hal yang mengganggunya.
"Cuma yang mengganggu tuh, kaya temboknya kenapa kaya tembok lantai kamar mandi? Itu yang bikin kaya, ini tuh harus diganti," keluhnya.
Pendapat serupa datang dari Rudi, 24 tahun. Menurutnya, di tengah rutinitas yang kadang bikin stres, kehadiran warna-warna ini seperti penyegar pikiran.
"Pasti banget, apalagi yang mungkin kehidupannya stres. Nggak ngelihat yang berwarna-berwarna, jadi ngelihat stasiun itu berwarna jadi lebih happy lah ya," kata Rudi.
"Kebetulan aku Gen Z banget nih, kalo aku pribadi aku enjoy aja sih, suka pastinya, nggak masalah," tambahnya sambil tertawa.
Bagi Rudi, sentuhan warna ini bukan cuma estetika. Itu bisa jadi identitas dan penanda. Ia setuju kalau setiap stasiun punya karakter warna sendiri, karena bisa jadi pengingat visual buat penumpang.
"Betul yang dibilang tadi. Bisa jadi pengingat kita juga per stasiun. Mungkin pas di stasiun kita kurang kedengeran pengumumannya, tapi dengan ngeliat warna, kita tahu udah sampai mana," paparnya.
Jadi, perubahan sederhana ini ternyata berdampak lumayan besar. Dari sekadar cat tembok, ia berubah jadi pemecah kejenuhan dan penanda jalan bagi ribuan orang yang hilir mudik setiap harinya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat di Tabanan, Target 400 Murid Baru
Pemprov DKI Targetkan LRT Velodrome-Manggarai Rampung dan Diresmikan pada Agustus
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Mantan Artis FE Jadi Model Video Call Palsu untuk Jaring Korban Investasi Bodong di Solo Baru