IHSG Melonjak 2,89%, Mayoritas Saham Justru Tertekan

- Rabu, 08 April 2026 | 09:45 WIB
IHSG Melonjak 2,89%, Mayoritas Saham Justru Tertekan

Pagi ini, IHSG membuka perdagangan dengan sentuhan optimisme. Tepat pada Rabu, 8 April 2026, indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu langsung melesat ke zona hijau, mengawali hari di posisi 7.162,406. Suasana cukup berbeda dari penutupan kemarin.

Hanya dalam hitungan menit, penguatan terus berlanjut. Data RTI yang terekam sampai pukul 09.25 WIB menunjukkan IHSG sudah melonjak 201,462 poin atau setara 2,89 persen, menembus level 7.172,490. Pergerakannya cukup dinamis, dengan level tertinggi hari ini menyentuh 7.178 dan terendah di 7.118.

Namun begitu, sentimen positif ini ternyata belum merata. Di balik kenaikan indeks, mayoritas saham justru terpuruk. Tercatat ada 492 emiten yang melemah. Hanya 122 saham yang mampu menguat, sementara 116 lainnya stagnan alias flat. Jadi, rally pagi ini lebih banyak digerakkan oleh saham-saham besar berkapitalisasi jumbo.

Volume perdagangan pagi ini terpantau cukup aktif. Transaksi sementara sudah mencatatkan angka Rp5,009 triliun, dengan lebih dari 10,8 miliar saham berpindah tangan. Kapitalisasi pasar pun terdongkrak ke kisaran Rp12.575,174 triliun.

Lalu, bagaimana proyeksi ke depannya? Untuk menjawab itu, kita perlu melihat ke belakang dulu. Riset harian dari Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) mencatat, IHSG pada Selasa kemarin justru ditutup melemah tipis 0,26 persen. Meski begitu, ada secercah cahaya dari sektor finansial yang naik 0,64 persen, didorong oleh saham MEGA yang akan membagikan dividen dan saham bonus.

Di sisi lain, ada kabar cukup menggembirakan dari peta pasar global. Lembaga penyedia indeks ternama, FTSE, dalam country classification terbarunya masih menempatkan Indonesia di level secondary emerging market. Mereka memang masih akan memantau untuk rebalancing konstituen pada Juni 2026 nanti, tapi status ini memberi sedikit kepastian.

Sementara itu, pergerakan bursa saham AS kemarin cukup berwarna. Indeks ditutup beragam: Dow Jones turun 0,18 persen, sementara S&P500 dan Nasdaq masing-masing naik 0,08 dan 0,10 persen. Yang menarik, semua indeks itu sempat terperosok dalam di sesi awal, sebelum akhirnya berhasil bangkit di jam-jam terakhir perdagangan.

Pemulihan itu dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di platform X. Dia menyebut upaya diplomatik untuk perdamaian di konflik Timur Tengah berjalan stabil. Kabar itu cukup untuk meredakan kecemasan investor.

Menyikapi semua faktor tadi, tim riset KISI memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam pola konsolidasi hari ini.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG diproyeksikan bergerak konsolidasi dengan resisten harian di level 7040 dan support 6950,”

Demikian penjelasan Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Ahmad Faris Mu’tashim, dalam risetnya. Jadi, investor sebaiknya bersiap untuk volatilitas yang terbatas, dengan level kunci yang perlu diawasi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar